Categories
Uncategorized

Hello world!

Welcome to WordPress. This is your first post. Edit or delete it, then start writing!

Categories
Info Kuliner Produk Usaha Agus

Pecel Pincuk Hj. LULUT, Bikin Manggut-Manggut

PONOROGO. AGUS.OR.ID. Selain dikenal dengan kuliner sate ayam yang khas, Ponorogo juga sangat dikenal dengan kelezatan nasi pecelnya. Banyak pilihan tempat, satu diantaranya yang sudah sangat dikenal dan ramai pengunjungnya adalah pecel pincuk Hj. Lulut di jalan Gatot Subroto No. 11B Pakunden (selatan Alun2) Ponorogo. Hj.

Lulut mulai berjualan tahun 1998 di emperan toko, terus berkembang dan saat ini telah memiliki tempat permanen yang cukup luas dan bersih. Dari usaha inilah ibu Lulut dapat berangkat menunaikan ibadah Haji ke tanah suci Mekah.Sejak tahun 2007 pengelolaan usaha di serahkan dan dilanjutkan oleh putranya, Agus Prasetyo Mei S., atau biasa di panggil Gus Pecel. Usaha semakin berkembang pesat dan semakin banyak pelanggan dari berbagai kalangan.

Banyak pejabat negara baik dari pemerintah pusat dan daerah yang menjadi pelanggan tempat ini. Para artis ibukota juga tidak ketinggalan, mampir apabila sedang berada di kota Reog ini. Pilihan lauk yang sangat beragam, bersih dan pelayanan yang ramah melengkapi rasa yang benar-benar nikmat. 

Berbagai macam pilihan lauk :

– Dendeng ragi

– Empal- Babat

– Limpo

– Iso

– Paru

– Lidah

– Otak

– Ayam goreng

– Ayam bakar

– Uritan

– Rempelo ati

– Sundukan usus

– Telur ceplok

– Iwak puyuh goreng

– Sundukan puyuh

– Lele

– Peyek iwak kali

– Peyek urang 

Aneka macam gorengan :

– Tempe

– Tahu

– Rempah

– Rimbil

– Bergedel kentang

– Bakwan jagung

– Pia2

– Lentho 

Aneka macam peyek :

-Peyek kacang

-Peyek Lotho

-Peyek teri

-Peyek dele 

Buka pagi jam 06.00 sampai jam 11.00, sore jam 17.00 sampai pagi hari jam 03.30 bbwi. Pecel Pincuk Hj. Lulut, bikin manggut-manggut. Monggo mampir. BIASA SAJA …ISINYA YANG LUAR BIASA …(Gus Pecel)Alamat :Jl. Gatot Subroto No. 11B Pakunden (selatan alun2) PonorogoWA : WA. 081259777919 / 08123420939IG : Pecel buhjlulutFB : Pecel Buhjlulut

Pecel Pincuk Hj. Lulut Ponorogo, bikin manggut-manggut
Categories
Info Kuliner Informasi Terbaru Usaha Agus

Ada Apa Dengan Agus Tahu Telor?

MALANG. AGUS.OR.ID. Sore itu, pria dengan nama lengkap Agus Lestari ini bersiap dengan lapaknya yang diberi nama “Lestari Tahu Telor”. Lokasi lapak di Seberang Masjid UMM III /samping BRI KCP/ Depan Perum BCT Tlogomas Kota Malang sangat mudah ditemukan. Salah satunya dengan tanda banyaknya mahasiswa dan mahasiswi yang antri makan malam bergizi.

Tahu telor adalah makanan khas Malang yang terdiri dari tahu dan telur goreng, dengan sumber karbohidrat dari lontong atau nasi, dilengkapi dengan sayur taoge, kemudian disiram dengan bumbu kacang bercampur kecap. Rahasia kesuksesannya terletak pada rasa bumbu yang lezat dan beda dengan makanan sejenis lain.

Tingkat kepedasan bumbu dapat disesuaikan dengan permintaan pelanggan, sebab untuk setiap pelanggan, bumbu segar langsung dibuat. Hal ini menyebabkan Lestari Tahu Telor bisa diterima berbagai kalangan. Lihat saja, sedikit lebih larut, usaha dagang Agus Lestari tidak hanya diserbu mahasiswa dan mahasiswi. Para pekerja, ibu hamil, anak-anak, dan lainnya tidak mau ketinggalan.

Agus Lestari sampai tahun 2003 adalah pekerja di sebuah perusahaan di Bumiaji, kota Batu. Namun ia mengalami PHK. Berikutnya, ia bekerja sebagai pelayan di sebuah kafe di UMM selama 4 tahun. Setelah anak pertama lahir dan tumbuh dewasa, banyak kebutuhan bertambah. Atas dorongan Saudara untuk berwira usaha, maka ia mulai berjualan tahu telor di awal tahun 2008, dan berlanjut hingga sekarang.

Suami dari Lilik Suliyati ini tetap bersemangat, meskipun hingga sekarang masih bersifat pedagang kaki lima yang harus ‘ngemper’ berjualan dengan sistem sewa.

Ayah dari Fatkhul Dhiya’ulhaqillah (16 tahun) dan Ni’mahtus Sa’diyyah (7 tahun) ini berharap suatu saat bisa memiliki tempat usaha milik pribadi yang permanen.

Lestari Tahu Telor buka pukul 17.00-23.00 WIB.

Jadi, untuk ‘dulur-dulur’ AABI dari manapun, kalau sedang berkunjung ke kota Malang, ‘monggo pinarak’.

Menikmati tahu telor dalam dinginnya kota Malang, didampingi segelas teh panas dan sedulur AABI yang ramah ini, pasti menjadi kenangan yang tidak terlupakan.
Brotherhood in harmony.

Penulis : Gus Dewi

Categories
Informasi Terbaru

AABI; Kopdar Bersama Baraya

AGUS.OR.ID. Bandung, 31 Agustus 2019, bertempat di Pasar Modern Batununggal Bandung, Agus Agus dari seluruh Bandung dan sekitarnya hadir untuk Kopdar Bersama sekaligus meresmikan sekretariat dan Toko Agus Agus Kota Bandung, acara di mulai dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya dan Mars AABI, di lanjutkan dengan sambutan Ketua DAC Kota Bandung sekaligus Ketua Pelaksana kegiatan Agus Ages, Ketua Umum AABI kang Gusjam beserta Ketua DAD Jabar Agus Acus, Ketua DAC Cimaya Kang Haji Rahmat, dan Kabid Soskemas Abah Gustar, peresmian sekretariat dan Toko Agus Agus kota Bandung di lakukan secara simbolis penandatanganan plakat oleh ketua umum AABI kang Gusjam. Setelah itu pembacaan doa oleh sesepuh Agus Agus Bersaudara Jabar Abah Koboy, acara mulai di hangat kan dengan performance tari jaipongan oleh putri dari srikandi Agus Agus Bersaudara Kota Bandung Bunda Eva Agustin.

Acara kopdar bersama baraya di pandu oleh Humas DAP Gusyad dan Gus Bebeb, acara semakin bertambah meriah dengan Acara Tukar Kado, Agus Agus Bersaudara yang hadir tampak sangat antusias berebut kado yang telah di bawa dan telah disusun panitia, di iringi hiburan musik dangdut acara puncak pun semakin panas, pemotongan tumpeng awug persembahan Awug Cibeunying Agus Bungsu oleh Ketua Umum AABI kang Gusjam semakin menambah semarak suasana acara kopdar bersama ini. Kopdar bersama baraya ditutup dengan saling bersalaman di iringi lagu kemesraan. Acara Kopdar Bersama Baraya ini selain di hadiri oleh Agus Agus Bersaudara se-Bandung Raya, di hadiri pula Agus Agus Bersaudara dari Jabodetabek, Sukabumi, Garut, Sumedang, dan Purwokerto. Jajajan pengurus pusat DAP AABI turut pula hadir dalam acara ini yaitu Ketua 1 Abah Muli, Bendahara Umum DAP Agus Rusman, serta Kabid soskemas Abah Gustar.

Dengan diresmikannya sekretariat dan Toko Agus Agus Kota Bandung, di harapkan menjadi pusat komunikasi serta koordinasi Agus Agus Bersaudara yang ada di kota Bandung, selain itu dengan adanya unit usahanya mampu menjadi motor penggerak kegiatan-kegiatan sosial dari Agus Agus Bersaudara kota bandung khususnya dan Agus Agus Bersaudara Indonesia umumnya. Agus Ages kota Bandung

Kopdar Bersama AABI Baraya
Categories
Aktifitas AABI Info Kuliner Informasi Terbaru Serba Serbi

NGALIWET

BANDUNG. AGUS.OR.ID. Ngaliwet memiliki arti menanak nasi menggunakan panci atau catrol yang diberi bumbu rempah-rempah seperti bawang merah, bawang putih, daun salam, daun serai, dan terkadang di tambah juga oleh ikan teri maupun ikan peda yang menambah cita rasa nasi liwet ini.

Ngaliwet merupakan tradisi makan bersama di Tanah Sunda, dimana dengan acara ini dapat menjalin rasa kebersamaan yang akrab.

Ngaliwet AABI Kota Bandung

Begitu pula dengan Agus Agus Bersaudara Indonesia DAC Kota Bandung. Tradisi ngaliwet ini sering dilakukan sebagai ajang Kopi Darat dan ajang berkunjung secara bergilir ke sesama anggota AABI DAC Kota Bandung .

Tak perlu menu yang mewah. Nasi Liwet dengan lauk Tahu, Tempe, Sambal Terasi, dan Lalap, cukup menjadi sajian utama yang nikmat dalam kerbersamaan silaturahmi Agus-Agus Kota Bandung.

Dengan ngaliwet, tawa canda keakraban dan kebersamaan Agus-Agus mampu melupakan perbedaan. Ka Bandung Ngaliwet, Gus.

Koresponden : Agus Agez DAC Kota Bandung.

Categories
AABI Peduli Informasi Terbaru Motivasi Tips Kesehatan

Setetes Darah, Sejuta Manfaat Untuk Sesama

JAKARTA. AGUS.OR.ID Untuk ke-5 kalinya AABI DAD Jadetabek kembali menggelar kegiatan Bakti Sosial Donor Darah pada hari Minggu, 16 September 2018 bertempat di UDD (Unit Donor Darah) PMI DKI Jakarta, Jl. Kramat Raya No. 47 Jakarta Pusat.

Ketua DAD Jadetabek, Mohamad Agus atau yang lebih akrab disapa GusMuh, mengharapkan peningkatan jumlah peserta dari seluruh jajaran AABI dalam kegiatan yang sudah rutin digelar setiap 3 bulan ini.

Kegiatan Donor Darah  kali ini berthemakan “Silaturahmi sekaligus Beramal” tidak hanya melibatkan Mohamad Agus (Ketua DAD Jadetabek), sejumlah pengurus dan beberapa anggota di lingkungan DAD Jadetabek seperti GusRiyadin, GusMit, GusRos,  GusSety, GusMaryanto, GusSusanto Raes, GusRidwan dan GusKurniawan, tetapi juga perwakilan dari DAP, seperti GusYad yang hadir dan ikut berdonor bersama putrinya serta GusWid beserta istrinya yang walaupun tidak ikut berdonor karena harus menghadiri acara keluarga di Bekasi tapi menyempatkan diri menemui Aguser di PMI.

Selesai melakukan donor darah, para Aguser langsung meluncur ke kediaman Panglima GusJun yang berlokasi di kawasan Koja Jakarta Utara yang merupakan Kantor Sekretariat DAP untuk membahas beberapa hal mengenai  program kerja dan Raker DAD Jadetabek yang harus segera dilaksanakan dalam waktu dekat ini. Pertemuan ini selain dihadiri oleh para Aguser yang selesai berdonor, tampak hadir pula Agus Zambronx selaku Pengawas DAD Jadetabek.

Salam Brotherhood in Harmony

Jayalah AABI Kita

Categories
Serba Serbi Sosok

Agus Halim (GUSHALL)

PROFIL AGUS HALIM (GUSHALL)

Nama lengkap            : AGUS HALIM
Nama panggilan         : GUSHALL
Tempat, Tgl Lahir       : SERANG, 30-08-1973
Alamat                         : Komp. Perumahan Bumi Waringin Asri (BAWA)

                                        RT.006/005 Mekarsari Anyer Serang Banten
Pekerjaan                    : PNS (Pj.Kepala Desa Sindang Mandi Anyer)
Posisi di DAP AABI     : Wasekjend

Satu tahun yang lalu, saat itu di perkenalkan oleh Raden Agus Rianto (Gusden), saya diajak Untuk ikut bergabung di satu komunitas Agus yang pada saat tersebut belum terbentuk Agus Agus Bisa, dan mengundang saya untuk ikut hadirDalam pertemuan di Bogor (Rumah Ibu.Agustina Muradi/Bunda). Sehubungan pada hari yang dijanjikan saya sedang ada kegiatan, maka saya tidak dapat menghadiri acara tsb. Besoknya setelah acara sehari sebelumnya di Bogor. Saya bertemu kembali dengan Gusden, kemudian menceritakan kegiatan di Bogor tersebut, dan saat itulah saya menyatakan diri bergabung dalam Komunitas ini. Kemudian selang beberapa saat, saya ditambahkan dalam Grup Facebook AABI Oleh Agus Nuryanto (Gusnur) yang saat itu beliau adalah salah satu pendiri AABI Sekaligus sebagai Sekjend AABI. Dan mulailah pada saat tersebut saya mengenal Satu sama lain Agus lewat FB walaupun saling berjauhan. Kemudian pada tanggal 7 Pebruari 2016 AABI, melaksanakan Brothehood Offline Meeting (BOM) Pertama yang dilaksanakan di Sekolah Alam Bogor, dan saya berkesempatan mengikuti kegiatan tersebut pertama kali.


Dalam kegiatan tersebut kami saling memperkenalkan diri satu sama lain, dan saya merasa tidaklah asing dan terkesan nampak sudah kenal antara Agus ini sudah sejak lama dan baru dipertemukan kembali, sehingga kami berbicara tidak lagi sebagai orang yang baru kenal satu sama lain. Inilah yang membuat saya merasa saya berada diantara orang-orang yang sangat hebat dan merasa orang tersebut adalah diri saya sendiri, bukan orang lain, bukan jiwa lain, bukan pemilik hati yang lain tapi jiwa saya ada diantara jiwa yang lain, hanya wujudnya saja yang berbeda-beda, hanya jenis kelamin nya saja yang berlainan, namun jiwanya hanya satu yakni “JIWA AGUS”.


Sejak saat itulah saya berusaha terus dan diniatkan dalam hati dan jiwa ini untuk terus membesarkan Perkumpulan AGUS AGUS BERSAUDARA INDONESIA, dan akan terus berbuat untuk kemajuan AABI, dan jiwa saya yang lain yang terdapat dalam jiwa AGUS yang lain.
Semoga apa yang saya cita-cita kan dapat terwujud sesuai dengan cita-cita Perkumpulan AABI.

BROTHERHOOD IN HARMONY
AGUS AGUS BERSAUDARA INDONESIA

Gushall
Categories
Aktifitas AABI Informasi Terbaru

Agus Agus Cianjur Menggeliat

AGUS.OR.ID. Cianjur Minggu 10 Maret 2019. Hari minggu yg cerah di Limbangan sari Cianjur Agus Agus Cianjur bergairah dengan hadirnya saudara Agus Pengurus AABI DAP, Pengurus AABI DAD, dan Pengurus AABI DAC Sukabumi, ditambah lagi dengan hadirnya Founder AABI Kang Gusmul. Aguser Cianjur sengaja mengundang saudaranya untuk mempererat silaturahmi antar sesama Agus dalam rangka membicarakan pembentukan DAC AABI Cianjur.

Yang menghadiri undangan acara tsb antara lain Pengurus DAP Kang Gusmul (Pengawas), Kang Gusyad (Humas), Bah Gustar Kabid (Soskemas), dari Pengurus DAD Jabar Gus Rohmat (ketua), Teh Gus Rani, dari Pengurus DAC Sukabumi Gus Ariel (Waketu), Gus Hikari (Humas), Bah Dedi Agus, dan Gus Yadi DAC Cimaya. Dasar pemikiran pembentukan DAC Cianjur adalah dengan semakin banyaknya nama Agus di Cianjur dan untuk mengembangkan satuan comumitas AABI di daerah memandang penting untuk membentuk DAC AABI di Cianjur dg tujuan meningkatkan kebersamaan, komunikasi dan silaturahmi Agus Agus Cianjur dgn Agus Agus se indonesia.

Hasil bahasan pembentukan DAC AABI Cianjur InsyaAllah dalam waktu dekat akan ditindak lanjuti oleh Agus Agus Cianjur yg dikomandoi oleh Gus Kapten bersama2 dg Gus Susanto dan Gus Cupret.
Selepas pembahasan pembentukan DAC Cianjur dilanjutkan dengan turun ke lokasi taman rekreasi Alun Alun Cianjur sekaligus memperkenalkan comumitas AABI pd masyarakat Cianjur yg kebetulan bertumpah ruah melakukan rekreasi di Taman Alun Alun Cianjur yg tertata rapih indah dan nyaman. Tampak masyarakat terkesima dan terkesan menyambut dengan munculnya rombongan Agus Agus Bersaudara Indonesia di Cianjur. Semoga itikad baik Agus Agus Cianjur berjalan lancar dan sukses.

Salam Brotherhood in Harmony.k

Kontributor : Gusstar/Gus Aril

Categories
Info Kuliner Produk Usaha Agus

Dapur Griya Herbal Kota Batu

BATU. AGUS.OR.ID. Pria muda ini memiliki nama lengkap Bagus Sakti Kusuma Negara. Di lingkungan AABI lebih dikenal sebagai Gus Mbob. Aguser yang aktif meramaikan DAC Malang Raya ini mengadakan Grand Opening Dapur Griya Herbal pada hari Rabu, 1 Agustus 2018.Dapur Griya Herbal berlokasi di jalan Lahor No 7, kota Batu, Jawa Timur.

Dapur Griya Herbal adalah sebuah tempat hang out berkonsep alam, yang sekaligus juga menjadi tempat tinggal pemilik usaha. Dengan mendirikan usaha ini, Gus Mbob ingin melestarikan budaya Indonesia yaitu meminum jamu. Uniknya, Gus Mbob tidak hanya menyajikan jamu, tetapi juga menawarkan berbagai menu sesuai minat pasar saat ini, sambil perlahan mengajak konsumen lebih mengenal apa itu tanaman obat, fungsinya, dan bagaimana cara mengolahnya.

Umum diketahui bahwa selama ini jamu selalu dianggap pahit dan tidak enak. Gus Mbob berinovasi dengan varian dan rasa jamu yang lebih enak. “Lebih baik menjaga daripada mengobati toh?” ujar Gus Mbob. Gus Mbob memulai dari beberapa jenis produk : 1. Jamu2. Aneka kopi lokal3. Aneka teh lokal4. Masakan nusantara dengan ramuan bumbu rempah ala dapur griya herbal. Gus Mbob berharap, dengan berdirinya Dapur Griya Herbal, semakin banyak masyarakat yang kembali mencintai budaya Indonesia. 

“Disini kami memilih ‘Jamu’ dan semakin berkembangnya sektor wisata berbasis alam yang meminimalisir kerusakan lingkungan,” terang Gus Mbob lebih jauh. Sesuai dengan namanya “Dapur Griya Herbal”, maka usaha ini berbasis herbal. Gus Mbob membuka usaha di kebun herbal milik sendiri. Nantinya secara tidak langsung konsumen akan melihat dan mulai mengenal berbagai jenis tanaman dan manfaatnya. Selain itu konsep yang ditawarkan adalah kenyamanan dan ketenangan, sehingga Gus Mbob memilih menyatukan unsur alam dan rumah hunian sebagai tempat usaha. Informasi hubungi:WA: 082257450104IG: @dapur_griyaherbal Rerponden :Gus Dew – DAC Malang Raya

Suasana dapur yang bersih, nyaman, dan asyiik
Categories
Informasi Terbaru

Makna dan Hakikat Tahun Baru Hijriyah

DALAM Islam, Tahun Baru Hijriah memiliki makna dan hakikat tersendiri yang berbeda dengan penanggalan lainnya. Selain memiliki makna historis dan sosiologis, mempunyai makna makna teologis.

Peristiwa hijriah merupakan momentum lahirnya sebuah peradaban baru bagi dunia kemanusiaan. Peristiwa hijriah sesungguhnya layak untuk diperingati bukan saja oleh umat Islam, melainkan juga bagi siapa pun yang concern terhadap dunia kemanusiaan. Momentum hijriah dapat dijadikan simbol monumental tumbuhnya sebuah era baru kemanusiaan yang betul-betul konstruktif.

Hakikat Tahun Baru Hijriah ialah tahun perubahan. Bisa dibayangkan seandainya bukan karena jasa besar Nabi Muhammad SAW yang mengawali karier kemasyarakatannya di Madinah, mungkin belum bisa kita menyaksikan masyarakat madani atau civil society seperti yang kita kenal saat ini. Hal itu diakui ilmuwan Barat seperti Marshall GS Hodgson dalam karya monumentalnya, The Venture of Islam, Concience and History in a World Civilization.

Momentum hijriah mengubah peradaban mistik dan khurafat menjadi masyarakat rasional dan profesional, dari tradisi menghafal ke tradisi menulis dan membaca, dari tradisi androsentris yang memuja laki-laki dan memojokkan perempuan ke era kesetaraan gender. Juga dari era perbudakan ke era pembebasan budak dan dari era diktator para raja ke era masyarakat yang menghargai musyawarah dan demokrasi.

Penanggalan Islam dihubungkan dengan momentum perjuangan Nabi, bukannya kelahiran atau kematian Nabi, memiliki arti penting tersendiri. Penanggalan Hijriah sendiri menggunakan ukuran bulan, bukannya matahari seperti kalender miladiyah atau Masehi.

Penanggalan Masehi lebih tua daripada penanggalan Hijriah karena penanggalan Masehi dihubungkan dengan kelahiran Nabi Isa atau Yesus Kritus menurut keyakinan umat kristiani. Di antara keduanya terpaut panjang, sekitar 581 tahun, seperti yang kita saksikan besok, umat Islam memperingati Tahun Baru Hijriah 1440.

Sejarah dan konsep kalender hijriah berawal ketika dunia Islam semakin meluas sampai keluar dari jazirah Arab, terutama pada zaman pemerintahan Khalifah Umar yang meluas sampai ke Mesir, Persia, dan berbagai wilayah di luar Arab lainnya.

Untuk mengatur pemerintahannya yang semakin luas, Umar mengangkat beberapa sahabat untuk menjadi gubernur, di antaranya Muawiyyah menjadi gubernur di Suriah, termasuk wilayahnya ialah Yordania. Amru bin Ash diangkat menjadi Gubernur Mesir. Musa Al-As’ari diangkat menjadi Gubernur Kuffah. Mu’adz bin Jabal diangkat menjadi Gubernur Yaman, dan Abu Hurairah diangkat menjadi Gubernur Bahrain.

Setelah itu, Khalifah Umar bin Khatthab mengumpulkan para tokoh dan para sahabat di Madinah untuk menyepakati sistem penanggalan pemerintahan. Dalam musyawarah tersebut dibicarakan rencana membuat tarikh atau kalender Islam.

Dalam musyawarah itu muncul berbagai usul tentang momentum yang akan digunakan sebagai penanggalan Hijriah. Akhirnya yang disepakati para sahabat ketika itu ialah hijrahnya Nabi Muhammad SAW dari Mekah ke Madinah. Dari sinilah bermula penanggalan dan tarikh Islam dinamakan tahun Hijriah.

Makna lain yang bisa dipetik dari peringatan Tahun Baru Hijriah ialah penyegaran iman dan keyakinan. Dalam salah satu hadis Nabi ditegaskan, “Perbaruilah keimanan kalian dengan membaca dua kalimat syahadat.” Tentu maksud hadis ini bukan menganggap kita sudah keluar dari Islam lantas diminta ramai-ramai untuk bersyahadat ulang.

Maksud hadis di atas ialah kita diminta untuk senantiasa memperbarui komitmen keislaman kita dalam setiap event yang penting, misalnya hari raya keagamaan, hari raya nasional, dan hari penting personal kita, misalnya hari ulang tahun.

Mengapa Rasulullah memerintahkan kita untuk senantiasa memperbarui keimanan kita? Salah satu sebabnya ialah Allah Mahatahu kalau kita itu bukan malaikat, melainkan kita warga umat Islam yang tidak luput dari berbagai kekhilafan dan dosa. Dosa-dosa dan kejahatan, baik dilakukan di dalam keluarga maupun di ruang publik, mulai dosa kecil sampai dosa besar, sepantasnya kita sesali dan mohonkan ampun. Siapa tahu tahun baru ini ialah tahun terakhir bagi kita. Na’udzu billah.

Sebagai seorang muslim, ada tiga hal yang harus dilakukan setiap kali kita memasuki pergantian tahun. Pertama, kita wajib bersyukur terhadap umur yang ditambahkan Allah SWT. Betapa banyak saudara bahkan mungkin keluarga dekat yang tidak bisa menyaksikan pergantian tahun baru karena keburu dipanggil Allah SWT. Tidaklah tepat merayakan pergantian tahun baru dengan serbahura-hura dan gemerlapan. Sebaiknya kita memperingati pergantian tahun ini dengan lebih banyak terharu.

Kedua, kita harus memohon ampun kepada Allah SWT terhadap segala dosa dan maksiat yang telah dilakukan di sepanjang tahun ini. Ketiga, kita wajib memohon bimbingan dan petunjuk-Nya agar tahun baru dan tahun-tahun mendatang senantiasa di dalam lindungan Allah SWT. Tahun-tahun mendatang diprediksi sebagai tahun yang penuh power struggle, penuh kekerasan akibat semakin ketatnya persaingan hidup.

Harapan kita kepada segenap masyarakat, khususnya umat Islam Indonesia, agar di malam tahun baru yang akan datang, kita peringati dengan kematangan yang ditandai dengan kesadaran meninggalkan pola hidup konsumerisme ke pola hidup penghematan.

Alangkah indahnya jika setiap keluarga menghimpun anggota keluarganya untuk salat berjemaah seraya memohon berbagai harapan kepada Allah SWT.

Repost dari :

https://mediaindonesia.com/read/detail/183619-makna-dan-hakikat-tahun-baru-hijriah