Categories
Aktifitas AABI Info Kuliner Informasi Terbaru Serba Serbi

NGALIWET

BANDUNG. AGUS.OR.ID. Ngaliwet memiliki arti menanak nasi menggunakan panci atau catrol yang diberi bumbu rempah-rempah seperti bawang merah, bawang putih, daun salam, daun serai, dan terkadang di tambah juga oleh ikan teri maupun ikan peda yang menambah cita rasa nasi liwet ini.

Ngaliwet merupakan tradisi makan bersama di Tanah Sunda, dimana dengan acara ini dapat menjalin rasa kebersamaan yang akrab.

Ngaliwet AABI Kota Bandung

Begitu pula dengan Agus Agus Bersaudara Indonesia DAC Kota Bandung. Tradisi ngaliwet ini sering dilakukan sebagai ajang Kopi Darat dan ajang berkunjung secara bergilir ke sesama anggota AABI DAC Kota Bandung .

Tak perlu menu yang mewah. Nasi Liwet dengan lauk Tahu, Tempe, Sambal Terasi, dan Lalap, cukup menjadi sajian utama yang nikmat dalam kerbersamaan silaturahmi Agus-Agus Kota Bandung.

Dengan ngaliwet, tawa canda keakraban dan kebersamaan Agus-Agus mampu melupakan perbedaan. Ka Bandung Ngaliwet, Gus.

Koresponden : Agus Agez DAC Kota Bandung.

Categories
AABI Peduli Informasi Terbaru Motivasi Tips Kesehatan

Setetes Darah, Sejuta Manfaat Untuk Sesama

JAKARTA. AGUS.OR.ID Untuk ke-5 kalinya AABI DAD Jadetabek kembali menggelar kegiatan Bakti Sosial Donor Darah pada hari Minggu, 16 September 2018 bertempat di UDD (Unit Donor Darah) PMI DKI Jakarta, Jl. Kramat Raya No. 47 Jakarta Pusat.

Ketua DAD Jadetabek, Mohamad Agus atau yang lebih akrab disapa GusMuh, mengharapkan peningkatan jumlah peserta dari seluruh jajaran AABI dalam kegiatan yang sudah rutin digelar setiap 3 bulan ini.

Kegiatan Donor Darah  kali ini berthemakan “Silaturahmi sekaligus Beramal” tidak hanya melibatkan Mohamad Agus (Ketua DAD Jadetabek), sejumlah pengurus dan beberapa anggota di lingkungan DAD Jadetabek seperti GusRiyadin, GusMit, GusRos,  GusSety, GusMaryanto, GusSusanto Raes, GusRidwan dan GusKurniawan, tetapi juga perwakilan dari DAP, seperti GusYad yang hadir dan ikut berdonor bersama putrinya serta GusWid beserta istrinya yang walaupun tidak ikut berdonor karena harus menghadiri acara keluarga di Bekasi tapi menyempatkan diri menemui Aguser di PMI.

Selesai melakukan donor darah, para Aguser langsung meluncur ke kediaman Panglima GusJun yang berlokasi di kawasan Koja Jakarta Utara yang merupakan Kantor Sekretariat DAP untuk membahas beberapa hal mengenai  program kerja dan Raker DAD Jadetabek yang harus segera dilaksanakan dalam waktu dekat ini. Pertemuan ini selain dihadiri oleh para Aguser yang selesai berdonor, tampak hadir pula Agus Zambronx selaku Pengawas DAD Jadetabek.

Salam Brotherhood in Harmony

Jayalah AABI Kita

Categories
Aktifitas AABI Informasi Terbaru

Kumpul Ultah bersama, Agus Ponorogo Luncurkan Icon DAC

Agus Agus Ponorogo merayakan Ultah Bersama

PONOROGO.  AGUS.OR.ID.  Agustus tentu saja menjadi bulan yang sangat istimewa bagi yang bernama Agus. Viral diberbagai media sosial, nama Agus di bulan istimewa ini banyak mendapat fasilitas khusus. Tiket atau makan gratis bertebaran dimana-mana.  Sebagian lainnya memberikan diskon khusus untuk yang bernama Agus.

Tidak ketinggalan di Pecel Pincuk Hj. Lulut Ponorogo, selama bulan Agustus 2019 ini juga memberikan gratis makan nasi pecel kepada pengunjung yang bernama Agus.

Tumpeng Ultah Bersama Agus

Sabtu, 17 Agustus 2019 bertepatan dengan HUT kemerdekaan RI yang ke 74, bertempat di Rumah Makan Pecel Hj Lulut Ponorogo berkumpul sebanyak 65 orang bernama Agus dan keluarga Agus merayakan ulang tahun bersama. Acara diawali dengan suasana khitmat kebangsaan, menyanyikan lagu Indonesia Raya dan mengheningkan cipta untuk para pejuang kemerdekaan RI.

Suasana semarak mulai terasa saat hadirin bersama-sama menyayikan lagu Mars AABI. Perkenalan gaya khas AABI menambah susana lebih riuh. Semua secara bergiliran mengenalkan diri mulai nama lengkap, nama panggilan, dan aktifitas sehari-hari. Suasana semakin menarik saat secara tiba-tiba salah seorang anggota memperkenalkan diri dan membacakan puisi yang cukup heroic. Ada juga yang bercerita soal anggota keluarga yang didominasi nama Agus.

Ada maksud khusus dibalik nama panggilan yang sering kali disingkat, nama kecil, atau bahkan nama profesi sehari-hari. Mudah di ingat dan terkandung unsur saling memberi manfaat sesama anggota.

Ketika ada yang membutuhkan jasa listrik, langsung ingat ada Gus Listrik. Yang butuh jamu, tinggal meluncur ke Gus Jamu yang memang aktifitas sehari-hari menyediakan jamu untuk para pelanggan. Yang butuh catering atau kuliner, banyak pilihan misalnya Gus Pecel dengan nasi pecelnya yang bikin mangut-mangut. Ada juga Gus Lavender dengan Chines Food Lavender-nya, Gus Cepek dengan sate khas Ponorogo nya.

Masih banyak aktifitas anggota lainnya, baik penyedia jasa, pedagang, aparat pemerintah, swasta dan lain-lain prosesi yang diharapkan dapat saling memberi manfaat satu dengan lainnya.

Dalam kesempatan ini, AABI DAC Ponorogo juga meluncurkan Icon resmi hasil lomba desain yang diikuti oleh Agus Agus Ponorogo. Selain syarat karya original dan terdapat logo AABI, desain wajib mengandung unsur kearifan budaya lokal Ponorogo. Lomba dimenangkan oleh Agus Prasetyo Nugroho, atau biasa dipanggil Gus Nanang Gabus.

Antusias anggota terhahap Icon baru ini begitu luar biasa. Belum lama pengadaan kaos DAC, anggota minta dibuatkan kaos baru edisi Icon DAC Ponorogo yang baru saja di perkenalkan.

Ketua DAC Ponorogo Agus Alrianto bersama para pengurus DAC lainnya langsung memberikan respon positif dan akan segera memproduksi kaos dan juga merchandise lainnya khas DAC Ponorogo. (GusNug).

Categories
AABI Peduli Aktifitas AABI Informasi Terbaru Motivasi

Kisah Sebuah Nama Agus

MALANG. AGUS.OR.ID. Siang itu Sabtu, tanggal 1 Juni 2019, saat lebaran kurang 4 hari, saya bersama keluarga melakukan perjalanan mudik menggunakan mobil Taruna  2004. Kami memilih melewati jalur TOL sambil mencoba dan mengukur seberapa cepat sampai rumah dibanding jalur biasa yang bertahun-tahun kami lewati. Sekalian mencari tahu berapa banyak biaya TOL yang harus saya bayar.

Pada awalnya semua berjalan mulus dan normal. Mulai dari Karanglo sampai Jombang. Disinilah awal mula kisah ini. Mobil yang tadinya berjalan wajar- wajar saja,  tiba-tiba saat kecepatan diatas 100km/jam saya merasa ada sesuatu yang tidak beres.  Mobil berjalan seperti tersendat-sendat. Saya yang tidak tahu mesin berjalan saja, sampai akhirnya mobil betul-betul tidak bisa berjalan cepat.

Akhirnya kami putuskan melaju pelan-pelan. Sampai pintu TOL Caruban Madiun, kami putuskan untuk keluar dari jalan TOL agar bisa mencari Bengkel. Menggunakan aplikasi Google Maps kami mencoba berulang ulang mencari bengkel, tapi hasilnya tidak akurat. Bahkan sempat diarahkan ke bengkel motor relawan mudik dari Ahass.

Saat disitulah saya yang udah putus asa diarahkan oleh teknisi Honda Ahass untuk menghubungi Pak Agus. Bayangan saya ada teknisi keliling yang namanya Agus. Tapi ternyata teknisi tadi melihat saya memakai kaos Paguyuban AABI (Agus Agus Bersaudara Indonesia).

Akhirnya saya beranikan diri share kejadian dan keluhan ke grup whatsapp AABI Malang Raya. Responnya sangat luar biasa. Agus Beken sebagai Ketua AABI DAC Malang Raya langsung merespon,  dalam grup beliau menuliskan bahwa sebentar lagi akan ada yang telepon saya.

Ternyata betul,  beberapa menit kemudian ada seseorang yang telepon WA saya dan menanyakan posisi saya. Saya jawab di Pasar Burung Caruban. Beberapa saat kemudian datang orang berumur kisaran 49-an tahun, langsung menyapa “Gimana bos ?”  Karena sama-sama tidak tahu mesin, akhirnya dia mengarahkan saya ke bengkel terdekat yang memang tidak ada di Google Maps.

Disitu mobil di otak atik sama teknisi,  saya ngobrol sama Pak Agus yang ternyata bernama Agus Darmanto, anggota AABI DAC Madiun Raya. Beberapa menit selanjutnya ada WA masuk mengaku bernama Agus Widi menanyakan posisi saya. Datang lah seseorang yang tidak pernah saya kenal sebelumnya.

Ya, mereka datang dan membantu saya hanya karena namaku Agus, dan kebetulan sudah bergabung dalam AABI DAC Malang Raya.

Oh ya, satu lagi WA masuk dari Agus Bebek, mereka semua sama sama anggota AABI DAC Madiun Raya yang konon kabarnya sering kumpul bareng meski tidak resmi, tapi sering membuat kegiatan sosial. Misal bagi bagi Takjil Gratis selama Ramadhan,  dan rencananya ada Halal bihalal setelah Idul Fitri 1440 H/ 2019 M.


https://www.abwaba.com/

Itulah kisah saya,  hanya karena nama kami sama-sama AGUS,  kami saling bantu, tanpa tendensi apapun, bahkan kepada seseorang yang betul-betul tidak dikenal sebelumnya.

Penulis : Agus Tikno, aggota AABI DAC Malang Raya.

Categories
AABI Peduli Informasi Terbaru Motivasi

Satu Hati Agus

Kami bukan hanya disatukan oleh nama yang sama, AGUS. Tetapi rasa, hati, sepahit sepenanggungan sering muncul begitu saja tanpa banyak cerita.

Bagi kami AGUS ibarat tubuh, manakala ada bagian tubuh yang lain sedang sakit, tertimpa musibah, senang gembira dan lain-lain, maka tubuh yang lain akan merasakan nya dengan tanpa kata, tapi dengan tindakan yang spontan kerap Agus akan melangkah.

#aabi100%
#jayalahaabikita 
#agusyaAABI

Categories
AABI Peduli Informasi Terbaru Motivasi

Ramadhan Mubarak, AABI DAD Jawa Timur Peduli dan Berbagi

SURABAYA. AGUS.OR.ID.  Ramadhan bulan penuh berkah, berbagai kegiatan ibadah intensitasnya semakin meningkat. Khas di bulan ramadhan, banyak elemen masyarakat mengisi bulan suci ini selain meningkatkan ibadah di masjid-masjid, berbagi takjil dan santunan kepada anak yatim piatu dan dhuafa juga sangat marak.

Agus-Agus yang tergabung AABI DAD Jatim juga tidak ketinggalan. Dari laporan koresponden dan pantauan laman facebook terlihat aktifitas kegiatan dilakukan oleh DAC Madiun Raya, DAC Gresik, DAC Gerbangkertosusila, DAC Ponorogo, DAC Tulungagung dan DAC Malang Raya.

DAC Madiun Raya

Agus Susanto (Gus Anto), Wakil Ketua DAC Madiun Raya melaporkan acara berbagi takjil dan buka bersama DAC Madiun Raya dilakukan pada hari Minggu sore tanggal 19 Mei 2019 berjalan dengan lancar.

Mewakili Pengurus, Gus Anto mengucapkan terimakasih atas donasi yang diberikan oleh Aguser Madiun Raya. Acara bagi takjil yang disiapkan panitia sejumlah 500 bungkus ludes dalam waktu kurang dari 15 menit.

Kegiatan bagi takjil ini sempat membuat arus lalulintas disekitar alun alun Caruban dari dua arah sempat tersendat. Bagi takjil paling fenomena di Caruban karena di bagikan oleh komunitas nama Agus yang sungguh jarang terjadi di Caruban. Kigiatan ini biasanya dibagikan oleh para pendekar pencak silat, pelajar, mahasiswa dan komunitas lainnya.

Setelah bagi takjil, acara dilanjutkan dengan buka bersama “BUKBER” bertempat di Alun Alun Caruban dengan suasana harmony yang santai penuh dengan canda ria. Tidak lupa selfi sana sini yang mana suasana Alun Alun Caruban  memang bersahabat, langit cerah, juga pemandangan yang mengagumkan. Duduk diantara rerumputan sambil melihat lihat sekitar PUPEM Kab. Madiun. Kumandang adzan Maghrib menbuyarkan senda gurau sambil menikmati menu bukber yang disediakan oleh panitia.

Menu bukber yang disediakan ini special disiapkan, dimasak, disajikan oleh Gus Ragil dari Caruban yang sehari hari berdagang kuliner menu Penyetan PUTRA RAGIL CARUBAN yang berlokasi dijalan A. Yani Utara Polsek Mejayan dan disebelah barat Alun Alun Caruban.

Acara Bukber di lajutkan dengan musyawarah AABI DAC Madiun Raya membahas acara halal bihalal yang diputuskan akan dilangsungkan di rumah Gus ABC pada tanggal 16 Juni 2019 jam 10.00 WIB.

Kegiatan Bukber kali ini kedatangan tamu special Gus Dani dan Gus Yad dari DAP AABI, kunjungan tamu sekaligus terapi kesehatan dari Agus Danis (Gus Bekam) dari DAC Kediri Raya dan dilanjutkan bekam di rumah Gus Anto.

Acara terapi kesehatan di ikuti oleh Aguser Madiun Raya sampai jam 3 pagi waktu saur Caruban. Semoga acara Bagi Takjil, Bukber, Musyawarah dan terapi kesehatan ini mendapatkan barokah dari Alloh SWT. Salam Brotherhood in Harmony. Demikian disampaikan Gus Anto untuk agus.or.id.

DAC Kabupaten Gresik

Agus Zamhari (Gus Zam), Sekretaris DAC Kab. Gresik melaporkan acara berbagi takjil Ramdhan 1440H dan buka bersama DAC Kab. Gresik dilakukan pada hari Minggu sore tanggal 19 Mei 2019 berjalan dengan lancar.

Kegiatan ini masuk agenda kegiatan rutin tiap tahun selain kegiatan  Aksi Sosial Donor Darah yang diadakan tiap tiga bulan sekali. Semoga kegiatan ini nantinya bisa berjalan sesuai dengan yang direncanakan dan diharapkan oleh para Pengurus DAC Kabupaten Gresik.

Kegiatan berbagi takjil tahun ini banyak peningkatan dibanding tahun 1439H kemarin. Partisipasi  dari anggota AABI Kebupaten Gresik sangat menggembirakan, terlebih banyaknya sumbangan berupa kurang lebih 1000 nasi bungkus/kotak.  Pasa saat pelaksanaanpun terus berdatangan spontanitas anggota. Selain itu juga terkumpul uang  tunai lebih kurang 1 juta rupiah untuk menambah kas dan masuk kedalam rekening AABI DAC Kebupaten Gresik.

Gus Zam juga melaporkan, pada bulan Syawal 1440H nanti Insyah Allah akan diadakan sHalal Bu Halal, orang Gresik bilang Syawalan. Kegiatan ini akan dilakukan 3 minggu setelah lebaran. Demikian disampaikan Gus Zam untuk agus.or.id.

DAC Gerbangkertosusila

Dirangkum dari berbagai laman Facebook dan postingan di Group WhatsApp Agus-Agus anggota DAC Gerbangkertosusila, kegiatan berbagi takjil Ramdhan 1440H dilakukan pada hari Minggu tanggal 19 Mei 2019 di Jalan Jenggolo (bawah flyover) Sidoarjo. Acara dilanjutkan dengan buka bersama. Seluruh rangkaian acara berjalan dengan lancar penuh harmony.

DAC Ponorogo

Kegiatan Salam Ramadhan 1440H AABI DAC Ponorogo kali ini mengambil tema “Bahagia dengan Berbagi. Berbagi Ceria bersama anak Yatim Piatu dan Dhuafa”.

Berbeda dengan kegiatan Salam Ramadhan 2 tahun sebelumnya, acara yang dilaksanakan hari Minggu tanggal 26 Mei 2019 ini sepenuhnya dipusatkan di alamat sekretariat Yayasan Al-Kahfi Jalan Bataro Katong 191 Ponorogo.

Konsep dasarnya adalah tidak sekedar eforia, spontan dan guyup diantara anggota AABI yang harmony, dan yang paling penting bagaimana dapat memberi manfaat kepada sesama. Keceriaan anak-anak Yatim Piatu dan Dhuafa, adalah kebahagiaan Agus-Agus DAC Ponorogo.

Acara dimulai tepat adzan Ashar berkumandang, sholat Ashar pun dilakukan berjamaah. Tak kenal maka tak sayang, maka baik dari AABI DAC Ponorogo dan Yayasan Al-Kahfi saling memperkenalkan diri dan saling memberikan informasi program kegiatan masing-masing. Sambutan DAC Ponorogo diwakili oleh Agus Heru Budiyono (Gus AH) selaku Sekretaris DAC, dan dari Al Kahfi sambutan diwakili oleh mas Taufik Hidayat.

Selanjutnya untuk anak-anak usia SMP dan SMA sebanyak 10 orang membentuk kelompok sendiri dan menerima pelatihan membuat kerajinan tangan berupa bros dari bahan manik-manik. Selain anak-anak Al Kahfi, perlatihan dengan instruktur Ibu Gus Nug ini juga di ikuti oleh beberapa Agustina dan bu Agus lainnya.

Tiba saatnya pada sesi game, kuiz, dan motivasi, keceriaan anak-anak pun pecah. Semua bergembira dan spontan berani tanpa ragu tampil kedepan mengikuti games dan kuiz yang sudah dipersiapkan panitia. Games dipandu secara bergantian oleh Gus Nug, Gus Criping, dan Gus Dhani. Souvenir berupa kotak tempat makan dan berbagai mainan yang menarik lainnya sebagai hadiah menambah kebahagian anak-anak.

Sebelum acara buka bersama, AABI DAC Ponorogo memberikan donasi kepada Yayasan dan santunan uang tunai dalam amplop berlogo AABI yang diterima langsung oleh 43 orang anak yang hadir. Untuk anak-anak yang berhalangan, 17 amplop santunan di berikan dan dititipkan kepada pengurus yayasan. Untuk Yayasan Al-Kahfi diberikan juga paket buku berserta alat tulis, serta beras dari salah satu Agus DAC Madiun Raya.

Anggota AABI yang hadir ikut larut dalam kegembiraan dan berkesempatan memberikan secara langsung kepada anak-anak berupa souvenir dan santunan.

Kepada perwakilan DAP AABI yang hadir, Gus Yad  (Humas) dan Gus Dhani (bidang organisasi) diberikan kenang-kenangan berupa satu set pakaian “Panadon”, pakaian khas Ponorogo dan cincin berbatu akik.

Mewakili DAC Ponorogo, Kenang-kenangan diberikan oleh Agus Prasetyo Mei (Gus Pecel), sedangkan Agus Miswanto (Gus Criping) membantu memberikan uraian penjelasan makna di balik pakaian Panadon tersebut.

Acara di Al Kahfi ditutup dengan sholat maghrib berjamaah dan bersalam-salaman.

Setelah Sholat Taraweh berjamaah di masjid terdekat, Agus-Agus kembali berkumpul di Rumah Makan Lavender Chinese Food milik Agus Setiawan (Gus Lavender). Sendau gurau sambil menikmati berbagai makanan dan minuman, dilanjutkan dengan acara Bekam dan Bio Electric oleh Agus Danis dari Nganjuk sampai dengan pukul 01.00 WIB (Gus Nug).

DAC Tulungagung

Semangat untuk berbagi antar sesama dan membantu warga yang susah sepertinya terus menjadi tren group medsos dan komunitas di Tulungagung.  Tak mau ketinggalan berbagi di bulan Ramadan 1440H, Sabtu 26 Mei 2019 AABI DAC Tulungagung menggelar bagi-bagi takjil, bertempat di jalan Ki Mangun Sarkoro tepat di depan Kantor Dinas Pendidikan Kabupaten Tulungagung.

Puluhan Aguser Tulungagung membagikan 500 bingkisan. Keakraban anggota dan rasa persaudaran yang kuat mendasari terselenggaranya bagi takjil tahun ini. Sekitar 30 anggota aguser DAC Tulungagung iuran seiklasnya untuk membeli bingkisan yang di bagikan.

Antusias dan keceriaan pengguna jalan yang menerima takjil tampak begitu senang, baik pengendara roda dua dan roda empat tanpa dibedakan menerima paket takjil satu persatu.

“Senang, saya dapat tiga bungkus paket ini untuk saya (sopir) dan dua kuli saya,” kata Mastur warga Trenggalek yang sedang melintas pulang kerja

Sementara, Husna (27) juga tampak riang dan bahkan berhenti untuk meminta foto shelfie dengan komunitas Agus Agus di Tulungagung. “Alhamdulillah, senang tapi boleh ya minta shelfie dulu. Ini anak saya juga minta di foto, mau saya kirim ke suami saya di seberang,” pungkasnya.

Keseruan ini tidak cukup di jalanan setelah giat bagi takjil, Aguser DAC Tulungagung lanjut keceriaan buka puasa bersama di tepian sungai Ngowo, atau orang Tulungagung menyebutnya Pinka. Pinggir kali. Secangkir kopi sejuta inpirasi berjuta saudara. Demikian disampaikan Gus Brewok untuk agus.or.id

DAC Malang Raya

Tidak mau ketinggalan dengan saudara lainya, Agus Beken, Ketua DAC Malang Raya melaporkan kegiatan Ramdhan 1440H dilaksanakan pada hari Senin tanggal1 3 Juni 2019 dengan memberikan santunan kepada anak yatim piatu dan dhuafa.

Kebahagiann jelas terpancar dari Aguser Malang Raya ketika meyerahkan santunan kepada yang berhak menerima.

Demikian laporan dari koresponden diberbagai DAC di Jawa Timur tentang aktivitas kegiatan Aguser Jawa Timur dalam mengisi bulan suci. Tentu hal ini selaras dengan salah satu misi AABI, yaitu “Meningkatkan kepedulian terhadap lingkungan hidup dan sesama manusia hingga tercipta sesuatu yang bermanfaat bagi anggota pada khususnya dan masyarakat pada umumnya”.

Jayalah AABI Kita. Brotherhood In Harmony

#agusyaAABI

Categories
Informasi Terbaru Produk Serba Serbi Usaha Agus

Hak Cipta Source Code Program Komputer

I. Pengertian Source Code

Pengertian Kode Sumber atau Source Code dapat kita temukan di dalam penjelasan Pasal 8 ayat (1) di dalam Peraturan Pemerintah Nomor 82 Tahun 2012 tentang Penyelenggaraan Sistem dan Transaksi Elektronik yaitu sebagai berikut :

Pasal 8 ayat (1) :

Penyedia yang mengembangkan Perangkat Lunak yang khusus dibuat untuk suatu Instansi wajib menyerahkan kode sumber dan dokumentasi atas Perangkat Lunak kepada Instansi yang bersangkutan.

Penjelasan Pasal 8 ayat (1) :

Yang dimaksud dengan “kode sumber” adalah suatu rangkaian perintah, pernyataan, dan/atau deklarasi yang ditulis dalam bahasa pemrograman komputer yang dapat dibaca dan dipahami orang.

Definisi dari Source Code lainnya adalah :

“Source code is the fundamental component of a computer program that is created by a programmer. It can be read and easily understood by a human being”[1]

Berdasarkan pengertian diatas, Source Code merupakan komponen yang sangat fundamental atau penting dari sebuah program komputer.

Selain itu, Source code ini berisi sekumpulan instruksi komputer yang biasanya berbentuk teks yang berfungsi memberi perintah kerja komputer atau suatu perangkat untuk menjalankan fungsi tertentu.[2]

Jadi, walaupun Source Code ini tidak dijelaskan secara lengkap di dalam UU Hak Cipta, namun, karena Source Code merupakan komponen yang sangat fundamental atau penting dari sebuah program komputer dan tanpa adanya Source code  suatu program komputer tidak akan bisa berjalan dengan baik, maka Source Code itu sendiri merupakan satu kesatuan yang tidak terpisahkan dengan Program Komputer yang menjadi objek perlindungan Hak Cipta. Sehingga dalam prakteknya, ketika Program Komputer akan dicatatkan ciptaanya ke Kantor Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual, maka harus disertakan pula kode sumber atau Source Code dalam proses pencatatan ciptaannya tersebut dan juga harus menyertakan buku manual petunjuk penggunaan Program Komputernya tersebut dalam format PDF.

II. Perlindungan Source Code di dalam Undang-Udang Hak Cipta

Berdasarkan Pasal 40 ayat (1) huruf s Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2014 tentang Hak Cipta dijelaskan bahwa Program Komputer dilindungi dengan UU Hak Cipta. Adapun masa perlindungannya adalah selama 50 tahun sejak pertama kali dilakukan Pengumuman (Pasal 59 ayat 1.e UU Hak Cipta).

III. Siapakah Pemilik Hak Cipta dari Source Code itu ?

Suatu Source Code yang dibuat oleh programmer maka Hak Ciptanya milik programmer, kecuali diperjanjikan lain, hal ini sebagaimana diatur di dalam Pasal 36 UU Hak Cipta yang berbunyi :

“Kecuali diperjanjikan lain, Pencipta dan Pemegang Hak Cipta atas Ciptaan yang dibuat dalam hubungan kerja atau berdasarkan pesanan yaitu pihak yang membuat Ciptaan”.

Jadi, Hak Cipta Source Code Program Komputer itu mutlak milik Programmer. Namun,jika ada peraturan perusahaan yang dibuat antara karyawan (Programmer) dengan perusahaan yang menyatakan bahwa Program Komputer yang dibuat oleh Programmeradalah milik perusahaan, maka Hak Ciptanya mutlak menjadi milik perusahaan. Begitu juga jika ada pemesanan pembuatan suatu Program Komputer dari pihak ketiga kepada seorang programmer, maka Hak Ciptanya tetap berada di Programmer kecuali diperjanjikan lain antara pemesan dan programmernya tersebut.

Jika anda seorang programmer komputer dan ingin mencatatakan Perlindungan Hak Cipta Program Komputer atau Software anda bisa kontak kami di WA : 0813.17.906.136 (Agus Candra s)

Sumber : http://www.iplclawfirm.com/2019/05/hak-cipta-source-code-program-komputer.html?m=1

Categories
Karya AGUS Produk Sosok Usaha Agus

Agus Tunggak, Pengrajin Bonggol Jati Dari Saradan Madiun

MADIUN. AGUS.OR.ID.  Agus Riyanto atau biasa dipanggil Agus Tunggak merintis usaha dan juga sebagai pengrajin bonggol jati sudah cukup lama. Lokasi usaha yang diberi nama Gallery Tunggak Indah berada di Jalan Raya Saradan Kabupaten Madiun ini cukup luas untuk menampung berbagai bahan baku dan hasil olahan kayu jati.

Bahan baku bonggol jati diperoleh dari sekitar wilayah Kabupaten Madiun. Hasil olahan berupa berbagai kerajinan, perabot rumah tangga, dan ada juga kusen dan pintu berbahan kayu jati. Pemasaran produk selain memenuhi pesanan lokal, gallery milik Agus Tunggak ini juga sudah melakukan ekspor ke berbagai manca negara.

Jika ingin memiiki produk khusus, silahkan langsung pesan dengan hanya menunjukkan foto produk yang diinginkannya.

Gallery Tunggak Indah

Jalan Raya Saradan Kabupaten Madiun

PIC : Agus Tunggak 081946111112

Categories
Informasi Terbaru

AABI DAD JADETABEK – KOMPAK

AGUS.OR.ID. KOMPAK menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia adalah bersatu padu, tapi KOMPAK di sini diartikan sebagai: Komunitas Paling Kamu, sebuah Sayembara Kuis yang diadakan oleh KasKus yang mempunyai Motto The Largest Indonesian Community.

AABI dalam hal ini DAD Jadetabek ikut serta dalam program tersebut melalui #aslinyalo.kaskus.co.id. Dalam tahap awal, DAD Jadetabek terpilih sebagai salah satu Komunitas dalam KOMPAK tersebut dan berhak mendapatkan hadiah Rp.5.000.000,- (Lima juta rupiah), serta shooting yang berisikan tentang AABI itu sendiri.

Acara Shooting AABI DAD Jadetabek – KASKUS berlangsung pada tanggal 1 Mei 2019 di AB Cowork, Jl. Grand Wijaya Center Blok A No.3-4, Jakarta Selatan.

Sebanyak 17 Aguser turut hadir memeriahkan shooting yang berlangsung sekitar 1-2 menit. Mereka adalah perwakilan dari Pengurus pusat (DAP) antara lain: Agus Nurdin (Gus Nurdin/Sekjen DAP), Agus Junaidi (Gus Jun/Humas), Agus Nuryanto ( Gus Nur/Dewan Pengawas).

Pengurus DAD Jadetabek : antara lain : M.Agus (Gus Muh/ Ketua DAD Jadetabek), Agus Riyadin (Gus Riyadin/ Wakil Ketua DAD Jadetabek), Agus Maryanto (Gus Mar/Humas DAD Jadetabek), Agus Kuswandi (Gus Zambronk/ Dewan Penasehat), Agustina Mitraningsih ( Gus Mit/ Wakil Sekretaris), Agustini Rostiani (Gus Ros/Sie Olahraga dan Kesenian), Agus Alina (Gus Lina/Wakil Bendahara), Agus Gardha (Gus Gardha/Sie Kewirausahaan).

Pengurus DAC Bogor : Agus Nuryanto (Gus Yan/Ketua DAC Bogor). Pengurus DAC Tangerang Raya: Agus Rianto (Gus Rian/Humas) serta didukung Aguser lainnya seperti Agus Sidik (Gus Sidik), Agus Sumaryo (Gus Maryo), Agus Candra (Gus Candra) dan Agus Syafik (Gus Syafik).

Mereka tampak antusias dan semangat mengikuti adegan demi adegan. Rasa grogi muncul ketika shooting berlangsung dan harus dilakukan beberapa kali take. Semua lelah dan letih terbayarkan manakala pemeran utama maupun pendukung telah menyelesaikan adegannya.

Semoga program KOMPAK ini akan lebih mensyiarkan eksistensi AABI, khususnya AABI DAD Jadetabek, pada masyarakat luas, mengingat KasKus merupakan salah satu forum terbesar di Indonesia dan membuat DAD Jadetabek makin KOMPAK bersatupadu dan solid.

#agusyaAABI

#Brotherhood in Harmony

Kontributor:

Gus Muh( Ketua DAD Jadetabek)

Gus Mit (Wakil Sekretaris)

Categories
Info Kuliner Info Wisata

Nikmatnya Nasi Krawu Bu Tiban, Makanan Khas Gresik

GRESIK. AGUS.OR.ID.  Bagi pecinta kuliner yang sedang berada di Kabupaten Gresik, kurang afdol jika tidak mencicipi makanan khas Gresik, yaitu Nasi Krawu.

Kuliner ini berupa nasi putih yang dibalut dengan potongan daging sapi suwir-suwir kecil dan empuk,  dipadu kuah kaldu yang sangat gurih, segar dan sedap, ditambah serundeng (krawu) kelapa spesial, disajikan dengan daun pisang, semakin menambah nikmat.

Rombongan Agus yang tergabung dalam AABI, Minggu 12 Mei 2019 lalu sempat berkunjung ke kedai Buk Tiban. Kedai ini adalah salah satu dari sekian banyak warung yang menyediakan nasi krawu favorit di Gresik.

Rombongan AABI dipandu oleh Gus AF dan Cak Embun,  ikut serta antara lain Kang Yad, Kang Dani, Gus Soto, Gus Modin dan Neng Eni Agustina beserta suami dan 2 anak begitu menikmati makan saur bersama dengan nasi krawu bu Tiban.

Suasana akrab dan penuh sendau gurau antara Agus Agus yang hadir dan penjual nasi krawu menambah nikmat suasana makan sahur dini hari.  Demikian disampaikan Agus Zamhari (Cak Embun) untuk agus.or.id  (red).

Nasi Krawu Bu Tiban
Jl. KH. Abdul Karim No. 49

Gresik