Categories
Aktifitas AABI Info Kuliner Informasi Terbaru Serba Serbi

NGALIWET

BANDUNG. AGUS.OR.ID. Ngaliwet memiliki arti menanak nasi menggunakan panci atau catrol yang diberi bumbu rempah-rempah seperti bawang merah, bawang putih, daun salam, daun serai, dan terkadang di tambah juga oleh ikan teri maupun ikan peda yang menambah cita rasa nasi liwet ini.

Ngaliwet merupakan tradisi makan bersama di Tanah Sunda, dimana dengan acara ini dapat menjalin rasa kebersamaan yang akrab.

Ngaliwet AABI Kota Bandung

Begitu pula dengan Agus Agus Bersaudara Indonesia DAC Kota Bandung. Tradisi ngaliwet ini sering dilakukan sebagai ajang Kopi Darat dan ajang berkunjung secara bergilir ke sesama anggota AABI DAC Kota Bandung .

Tak perlu menu yang mewah. Nasi Liwet dengan lauk Tahu, Tempe, Sambal Terasi, dan Lalap, cukup menjadi sajian utama yang nikmat dalam kerbersamaan silaturahmi Agus-Agus Kota Bandung.

Dengan ngaliwet, tawa canda keakraban dan kebersamaan Agus-Agus mampu melupakan perbedaan. Ka Bandung Ngaliwet, Gus.

Koresponden : Agus Agez DAC Kota Bandung.

Categories
Serba Serbi Sosok

Agus Halim (GUSHALL)

PROFIL AGUS HALIM (GUSHALL)

Nama lengkap            : AGUS HALIM
Nama panggilan         : GUSHALL
Tempat, Tgl Lahir       : SERANG, 30-08-1973
Alamat                         : Komp. Perumahan Bumi Waringin Asri (BAWA)

                                        RT.006/005 Mekarsari Anyer Serang Banten
Pekerjaan                    : PNS (Pj.Kepala Desa Sindang Mandi Anyer)
Posisi di DAP AABI     : Wasekjend

Satu tahun yang lalu, saat itu di perkenalkan oleh Raden Agus Rianto (Gusden), saya diajak Untuk ikut bergabung di satu komunitas Agus yang pada saat tersebut belum terbentuk Agus Agus Bisa, dan mengundang saya untuk ikut hadirDalam pertemuan di Bogor (Rumah Ibu.Agustina Muradi/Bunda). Sehubungan pada hari yang dijanjikan saya sedang ada kegiatan, maka saya tidak dapat menghadiri acara tsb. Besoknya setelah acara sehari sebelumnya di Bogor. Saya bertemu kembali dengan Gusden, kemudian menceritakan kegiatan di Bogor tersebut, dan saat itulah saya menyatakan diri bergabung dalam Komunitas ini. Kemudian selang beberapa saat, saya ditambahkan dalam Grup Facebook AABI Oleh Agus Nuryanto (Gusnur) yang saat itu beliau adalah salah satu pendiri AABI Sekaligus sebagai Sekjend AABI. Dan mulailah pada saat tersebut saya mengenal Satu sama lain Agus lewat FB walaupun saling berjauhan. Kemudian pada tanggal 7 Pebruari 2016 AABI, melaksanakan Brothehood Offline Meeting (BOM) Pertama yang dilaksanakan di Sekolah Alam Bogor, dan saya berkesempatan mengikuti kegiatan tersebut pertama kali.


Dalam kegiatan tersebut kami saling memperkenalkan diri satu sama lain, dan saya merasa tidaklah asing dan terkesan nampak sudah kenal antara Agus ini sudah sejak lama dan baru dipertemukan kembali, sehingga kami berbicara tidak lagi sebagai orang yang baru kenal satu sama lain. Inilah yang membuat saya merasa saya berada diantara orang-orang yang sangat hebat dan merasa orang tersebut adalah diri saya sendiri, bukan orang lain, bukan jiwa lain, bukan pemilik hati yang lain tapi jiwa saya ada diantara jiwa yang lain, hanya wujudnya saja yang berbeda-beda, hanya jenis kelamin nya saja yang berlainan, namun jiwanya hanya satu yakni “JIWA AGUS”.


Sejak saat itulah saya berusaha terus dan diniatkan dalam hati dan jiwa ini untuk terus membesarkan Perkumpulan AGUS AGUS BERSAUDARA INDONESIA, dan akan terus berbuat untuk kemajuan AABI, dan jiwa saya yang lain yang terdapat dalam jiwa AGUS yang lain.
Semoga apa yang saya cita-cita kan dapat terwujud sesuai dengan cita-cita Perkumpulan AABI.

BROTHERHOOD IN HARMONY
AGUS AGUS BERSAUDARA INDONESIA

Gushall
Categories
Serba Serbi

DILEMA

“DILEMA”

Oleh: Agus Beken

Malang, 28 Agustus 2017

Ada yg bertanya padaku tentang AABI, sebelum menjawab, aku sempat ragu, aku ini PENDIRI bukan, SENIOR juga bukan… biarlah aku jawab aja, sesuai kemampuan & apa yang aku tahu.

Si Agus : “Kang, untuk mendirikan atau membentuk Cabang AABI itu perlu modal nggak ?”

(Orang baru, pasti belum kenal istilah “DAC”)

Aku jawab : ” Perlu !”

Si Agus : “Waduh, kalau gitu gak jadi dech !”

Aku hanya penjual mie keliling ..

(Si Agus berusaha kasih penekanan, bahwa dia hanya orang kecil )

Aku balik bertanya :

“Sampean di dukung istri apa enggak ?”

Si Agus terdiam, belum bisa kasih jawaban,

Mungkin dia gak nyangka dengan pertanyaanku.. dan tentunya belum siap dengan jawabannya..

Mungkin belum pernah omong2 tentang komunitas ini, mungkin juga dia baru denger / lihat AABI dr FB atau medsos, dan tentunya tahu nomor ku juga dari FB.

Aku yakin istrinya “bukan Agus”.

Aku katakan lagi : Sebenarnya modal utama itu, Dukungan Pasangan.

Aku tambahin lagi japrianku : “Aku juga Pedagang Kecil,  Kang !”

“Jualan koran. (Pembaca yg budiman, ini nyata bkn fiksi)

Berharap jawabanku bisa sedikit membangkitkan semangatnya yang sudah Down Duluan.

Ini bagian dari tehnik, “samakan dulu frekwensi dgn lawan bicara biar nyambung/konek dan ada perasaan senasib, sejalan, seirama.”

Sssstttt…

Padahal aku sendiri dari awal hingga detik ini tanpa dukungan istri. TAPI kenapa aku mesti mensyaratkan dukungan “pasangan”  untuk seorang aguser yg punya niat membesarkan AABI di wilayahnya ?

“Karena aku sayang kalian”

Aku berharap tidak ada cerita : “Retaknya rumah tangga karena aktifitas di AABI”

Lha terus,. …  Agus Beken kok bisa berlanjut di AABI ? (Mungkin sebagian dari kalian ada yg punya uneg2 seperti itu)

Jawabannya : “Aku bisa berlanjut karena Manten Lawas !” Rumah tangga sdh lama..jadi, InsyaAllah pondasi sudah kuat. Hujan badai biasa tak akan menggoyahkan..

Kalaupun istri marah, sudah biasa, lumrah. Setidaknya seorang manten lawas, sudah hafal dengan karakter pasangannya, cara mendinginkan, mengatur tempo, cara menyikapi, cara mengendalikan emosi, cara meninabobokkan, dst…

Poin yg bisa diambil : “setiap perjuangan pasti memerlukan pengorbanan”

(Jangan berharap jadi PAHLAWAN, karena itu hanya sebutan, namun ambillah kesempatan berperan,  karena hal itu yg akan membuat kita bahagia.)

Dilain kesempatan, ada lagi yang bertanya.

Sepertinya aguser baru… agus yg tersenggol saraf keinggintahuannya tentang komunitas ini.

“Apa sih Kang, yang didapat di AABI ?”

Dalam hati aku berguman sendiri, “ini orangg polos banget sih”

Memang aku rasa yang salah itu jamannya, orientasi oang hanya pada hasil, : $ apa yg didapat – dikurangi apa yg dikeluarkan. Sebandingkah pengorbanan dg yg diterima.

Padahal dlm “Kamus Cinta” yg saya anut ; “MEMBERI TANPA HARUS MENERIMA”

Memang sebuah “ajaran” tidak bisa dipaksakan, faham akan masuk bila obyek sudah tercerahkan.

Kembali ke pertanyaan “Apa yg didapat di AABI ?”.

Jawaban saya normatif aja.. “Sampean suka punya saudara banyak ?”

Jawabnya pasti “SUKA”.

“Ya itu yg akan Sampean dapatkan”

Meskipun di DAP sudah jauh berfikir sampai “kesejahteraan anggota” dengan berbagai instrumenya. Tapi yang aku kedepankan ke orang awam, adalah sisi manusiawinya, sisi bathiniyahnya,  sisi sosialnya..

Pernah ditolong saudara kandung ? Pasti pernah.

Pernah ditolong teman Sekolah ? Pasti pernah, cuma tentunya itu teman akrab yang sudah seperti SAUDARA Kandung.

Nah…di AABI Ya seperti itu !

“Gak perlu bertanya apa yang akan kita dapat .”

“Sebenarnya kebahagiaan itu, … kalau kita bisa menolong Agus Lain, orang lain,, dan bermanfaat bagi org lain”.

Inspirasi ada dimana-mana asal kita peka utuk menangkapnya..

Jarum jam sdh menunjuk angka 03 ; 30, , aku harus segera sudahin tulisan ini, karena sebentar lagi, Orang2 yang aku sayangi akan segera bangun…

Di Banyuwangi… Ada Abioso, yang dalam beberapa bulan ini mengabdikan hidupnya untuk perkembangan AABI DAC Malang Raya, tanpa pamrih, dinginnya kota Malang yg menusuk tulang tiada menyusutkan niat tulusnya. Jauh dari Orang tercinta, tidak membuat dia “mati gaya”.

“Bagaikan anak ayam yg kehilangan induknya” sebuah pribahasa yang tidak akan pernah singgah dalam kehidupan seorang “Agus ABIOSO“..

…Pribahasa ini hanya berlaku bagi “Anak asuh”nya  (ternak ayam)

#ternyata dlm usia yang masih terbilang muda, tertanam “jiwa2 pengabdian & asih-asuh” pada dirinya. Sungguh Luar biasa….

…dalam sebuah proses, ketidak sempurnaan adalah wajar. Apalagi sebagai manusia.. saya rasa “wajib” adanya.. -fluktuasi emosi, adalah bagian dari pencarian jatidiri….

Selamat Ulang Tahun Saudaraku.. Agus ABIOSO. (25 th)

—————–

“Adikku yg saya Banggakan dan berbahagia di hr ini, aku tahu ragamu masih terlelap dalam buwaian mimpi indah, yang merangkai cerita tentang AABI, aku yakin fisik & fikiranmu lelah karena  aktifitas yang intens di medsos….disela-sela predikatmu sebagai “Mama Super” ,….. Aku faham & hargai semua ini karena, ini adalah caramu yang muaranya adalah “kejayaan AABI”.

Adikku dan untuk semuanya…tidak pernah lelah aku menasihati, “harmonisasi antara keluarga kecil & keluarga besar harus lah kita pertahankan seiring sejalan”

Adik ku…disaat kau terjaga, disaat kau ada di dunia nyata lagi.. pasti akan kau baca tulisan rapatek penting ini..Selamat ulang tahun….  “AGUSTINA MAHARANI”

Selamat Ulang tahun Ketua I yang Saya Teladani : Bapak  “AGUS MULIAWAN”

Selamat Ulang Tahun Dulurku yg saya hormati : Ketua DAC Semarang “AGUS SARIYANTO”

Selamat Ulang Tahun Anggota DAC Malang Raya yg saya banggakan : Bpk. “Agus Wahyudiono”

HBD  yang saya Hormati WASEKJEN AABI, Gus Hall

Selamat Ulang Tahun.. “DULUR2KU  AABI SEMUANYA”…yang sangat berarti & telah mewarnai kehidupanku akhir2 ini…

Semoga kita semua termasuk orang yang tercerahkan

Semoga nikmat sehat selalu menaungi kita semua..

Rendah hati selalu ada dalam setiap pemikiran &  ucapan kita, semoga sifat khusnudzon selalu mendahului praduga kita…semoga..

SEMANGAT pantang menyerah selalu ada dalam derap perjuangan kita kedepan…

Aamiin.

BROTHERHOOD IN HARMONY. ..

AABI 100%

Categories
Serba Serbi Tips Kesehatan

Manfaat Kulit Pisang

Manfaatkan Kulit Pisang untuk Hilangkan Jerawat

AGUS. OR. ID, Kulit pisang lebih dari sekadar limbah. Meskipun kita biasanya membuangnya setelah memakan buahnya, kulit pisang merupakan sumber nutrisi penting dan bisa memberi kita banyak manfaat.

Serat yang tinggi, anti oksidan dan mineral esensial membuat kulit pisang memiliki manfaat kembali. Dan meski kadang terlewatkan, kulit pisang adalah obat alami yang dapat membantu meredakan berbagai gejala dan penyakit.

Selanjutnya, simak delapan cara menarik untuk memanfaatkan kulit pisang, seperti dilansir Step to Health, Kamis (11/1/2017):

1. Melawan sembelit

Meski pisang mengandung banyak serat, penting untuk diingat bahwa sebagian besar serat terkonsentrasi di kulit pisang.

Mengonsumsinya mendorong gerakan usus dan membantu proses pencernaan untuk menghindari sembelit. Tambahkan saja ke smoothies


Hilangkan kutil

Kutil

Bagian putih di bagian dalam kulit pisang mengandung serat, antioksidan, dan zat asam yang membantu mengatur tingkat pH kulit dan membantu menghilangkan kutil yang tidak sedap dipandang.

Taruh kulit pisang di atas kutil dan kencangkan dengan perekat. Biarkan kulit pisang bekerja sepanjang malam dan ulangi ini setiap hari sampai kutil itu hilang.


Meringankan gigitan serangga

Alergi Gigitan Serangga, Perlu Diobati atau Biarkan Hilang Sendi

Karena sifat anti-inflamasinya, ramuan alami ini bisa dijadikan alternatif untuk mengurangi gejala gigitan serangga.

Aplikasikan kulit pisang langsung di area gigitan nyamuk untuk mengurangi gatal dan kemerahan.


Mengurangi retensi cairan

Selain Sepatu yang Sempit, Ini yang Sebabkan Kaki Bengkak. Source: Sites

Kalium yang terkandung dalam kulit pisang bermanfaat untuk memulihkan keseimbangan inflamasi tubuh dan pada akhirnya mengurangi retensi cairan dalam jaringan tubuh.

Penyerapannya di dalam tubuh mengatur kadar elektrolit dan mengurangi peradangan pada otot dan persendian. Minum 2 atau 3 gelas teh kulit pisang per hari.


Menyehatkan jantung

Angin duduk berarti gejala penyakit jantung koroner | Via: istimewa

Meski sulit dipercaya, bagian dari pisang yang biasa Anda buang ini sebenarnya adalah obat yang ampuh untuk menjaga kesehatan kardiovaskular yang baik.

Serat alaminya dapat menurunkan penyerapan kolesterol dan, jika itu tidak cukup, potasium dan fosfornya membantu mengatur tekanan darah. Minum teh yang terbuat dari kulit pisang minimal 3 kali seminggu.


Kurangi jerawat

Berikut lima kebiasaan rutin yang bisa membuat jerawat Anda hilang dan tidak kembali lagi. (Foto: iStockphoto)

Asam organik yang terkonsentrasi di kulit pisang membantu mengatur pH kulit dan mengurangi munculnya jerawat dan komedo.

Mereka menghilangkan sebum berlebih yang terbentuk di pori-pori dan, karena efek anti-inflamasinya, mengurangi bintik-bintik bekas jerawat.

Ambil kulit pisang dan gosok bagian dalam putih di atas daerah yang terkena.Biarkan selama 15 menit kemudian bilas. Ulangi ini setiap hari.


Meringankan memar

Ilustrasi memar di kepala | Via: ahliwasir.com

Jika Anda baru saja mengalami pukulan dan mengalami memar di kulit, aplikasi kulit pisang bisa membantu.

Kulit pisang dapat membantu memperbaiki sirkulasi ke daerah yang terkena, memungkinkan oksigenasi seluler memperbaiki jaringan yang rusak.

Gosok kulit pisang pada memar dan biarkan bekerja tanpa pembilasan.


Redakan sakit kepala

Hati-hati sakit kepala saat berhubungan seks bisa terjadi gejala stroke

Biasanya kita meredakan sakit kepala dengan penggunaan obat analgesik. Namun, jika Anda tidak memilikinya, Anda bisa memanfaatkan khasiat kulit pisang untuk mengurangi rasa sakit kepala.

Mineral utamanya, selain serat dan anti oksidan, memperbaiki sirkulasi dan mengurangi stres oksidatif yang berhubungan dengan sakit kepala.

Siapkan teh kulit pisang dan minumlah 2 atau 3 kali sehari.Sebagai pilihan, letakkan semua bagian kulit putih di dahi dan bagian belakang leher Anda, dan biarkan selama 15 menit.

Manfaat kulit Pisang
Categories
Aktifitas AABI Serba Serbi

AABI dan Be CREATIVE and Be Competitive from JNE

BANDUNG. AGUS.OR.ID. Kurang lebih seratus orang dari berbagai komunitas pelaku ekonomi creative berkumpul di Hotel Ibis Stylist, Jalan Braga No.8 Kota Bandung. Pukul 08.00 – 16.00 wib acara dimulai membahas mengenai be creative be competitive dalam hal building brand by good packaging and digital marketing strategy bekerjasama dengan JNE, penyedia layanan pengiriman barang, yang di paparkan oleh seorang ahli packaging, Hendra Gautama Putra, specialis tips and trik untuk hal tersebut dari rumah kemasan Tama Design.  Bagaimana caranya membuat packaging dari plastik dan kertas secara praktis dan ekonomis bisa dibuat sendiri dengan cara sedehana.

Edy Brokoli salah satu publick figur yang sekarang penggiat sosmed yang bisa menghasilkan keutungan berlipat lipat. Beliau memaparkan bagaimana caranya memanfaatkan sosmed sehingga mempunyai keuntungan yang berlipat lipat tentunya ditunjang dengan perangkat hand phone yang memadai dan kuota internet yang cukup kuat jaringannya serta tidak dapat terganggu oleh situasi apapun.

Beberapa narasumber lain diantaranya materi mengenai teori digital marketing serta perwakilan dari JNE mengenai pengiriman barang yang ada di JNE oleh bapak Iyus Rustandi sebagai kepala cabang utama JNE Kota Bandung.

Turut di hadir dalam acara ini  R. Moch Sgus Ramdhani perwakilan dari bidang organisasi AABI DAP, serta Rani Agustini bendahara AABI DAD Jabar. Acara berlangsung sangat meriah serta diakhiri oleh sesi foto bersama.

(Gus Adik)

Gus Dhani, Teh Rani, artis edy Brokoli


Categories
Aktifitas AABI Motivasi Serba Serbi

Agus Agus Bersaudara, Komunitas Unik yang Mengedepankan Persaudaraan

Agus Agus Bersaudara (AAB) adalah komunitas yang didedikasikan khusus untuk para pemilik nama Agus. Komunitas ini dibentuk dengan tujuan untuk meningkatkan persatuan dan kesatuan melaui jalinan silaturahmi. Anggota AAB dituntut membentuk jiwa solidaritas tinggi, giat, dan pantang menyerah.

Jakarta – Awal berdirinya Agus Agus Bersaudara (AAB) dimulai ketika Agus Mulyadi, salah satu pendiri AAB, iseng mencari nama Agus di Facebook dan membuat grup Facebook bernama Agus Agus Bersaudara dengan tujuan menjalin tali silahturahmi dan memperluas persaudaraan.

Setelah dua bulan mengumpulkan orang-orang bernama Agus, Gus Mul (sapaan akrab Agus Mulyadi) kemudian melakukan deklarasi bersama beberapa pendiri AAB, yakni Agus Nuryanto, Agus Jamhur dan beberapa Agus lainnya, di Bandung pada 13 Desember 2015.

Berikut petikan wawancara Kabare.co dengan Dewan Agus Pusat (DAP) AAB, yakni Gus Mul (Pendiri AAB), Agus Nuryanto (Sekjen DAP AAB), Agus Jamhur (Ketum DAP AAB), Agus Setiawan (Penasihat DAP AAB) dan beberapa agus lainnya saat menggelar pertemuan santai di kawasan Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Senin (13/2).


Pada awal pembentukan grup di Facebook bagaimana antusias Agus-Agus yang ada di FB?

Lumayan antusias ya, awal mula pembentukan ada sekitar 500 anggota yang ikut. Mereka tidak hanya berasal dari pulau Jawa saja, ada yang dari Riau, Kalimantan, Bali dan lainnya. Dari situ justru muncul ide untuk mendirikan cabang di wilayahnya masing-masing. Lalu, dicetuskanlah DAD, yakni Dewan Agus Daerah tingkat Provinsi (pada saat itu). Hingga kini sudah ada 24 DAD yang tersebar di seluruh Indonesia.

Bagaimana caranya Dewan Agus Pusat (DAP) AAB berkoordinasi dengan 24 DAD yang ada di daerah?

Selain menggunakan media sosial, kita juga rutin mengunjungi DAD di daerahnya masing masing. Kemarin kita ke DAD Bali, lalu belum lama juga ke Jember, Malang, Riau, dan lainnya. Selain kunjungan kerja, kegiatan itu juga kita lakukan sebagai silahturahmi.

Ada tidak kejadian-kejadian menarik yang terjadi ketika AAB ini berkumpul?

Yang menarik banyak ya, tapi yang paling berkesan adalah pada saat ‘BOM’ pertama, bukan dalam artian sebenarnya ya. Tapi ‘Brotherhood Offline Meetting’ atau pertemuan Agus seluruh Indonesia di Sekolah Alam Bogor. Pada saat itu juga ada suatu keluarga yang lengkap bernama Agus, Suami, Istri, dan kedua anaknya juga bernama Agus. Keluarga Agus ini juga pernah masuk salah satu stasiun televisi swasta di Indonesia.

Arti nama Agus memiliki makna apa?

Agus itu sebenarnya memiliki arti nama yang sangat bagus, yang berasal dari kata bagus. Namun banyak juga arti Agus lainnya yang diplesetkan, yang jelas nama Agus itu memiliki arti bagus.

Apakah anggota AAB ada juga yang berasal dari luar Indonesia?

Ada, kita ada Agus yang dari Malaysia, ada juga dari Riyadh, Arab Saudi, dan bahkan dari benua lain seperti Eropa dan Amerika. Masuknya mereka ke dalam AAB ya itu lewat grup Facebook.

Ketika menggelar acara, dari mana AAB mengumpulkan dananya?

Dananya sukarela saja, karena kita kan bukan Ormas, Bukan LSM juga, jadi ya seiklasnya saja. Misalnya kalau ada anggota yang terkena musibah kita kolektif ngumpulin dana seiklasnya. Baru baru ini juga kita turut meringankan sedikit beban bagi korban bencana di Kintamani, Bali, dengan mengumpulkan dana secara sukarela. Bahkan dari sukarela tersebut, kita bisa menyumbangkan dana Rp270 juta untuk korban bencana di Garut beberapa waktu lalu. Pokoknya AAB ini sangat konsen di bidang sosial dan ekonomi.

Kenapa sosial dan ekonomi?

Karena Agus ini dari berbagai kalangan, mulai dari kelas sendal jepit sampai dengan kelas pejabat ada di sini. Alhamdulillah di AAB, beberapa kalangan bawah mampu terangkat oleh keberadaan kalangan atas di sini.

Jadi kalau ada pengusaha bernama Agus, kita sarankan untuk mengangkat karyawan minimal satu Agus di perusahaannya. Dan uniknya, kalau AAB ini sudah berkumpul, tidak ada lagi yang merasa di atas atau di bawah, semua sama dan berbaur atas nama Agus.

Selain kegiatan sosial dan ekonomi, apakah AAB juga bergerak di bidang kebudayaan di Indonesia?

Ya, kita merupakan salah satu perkumpulan yang cukup aktif di bidang seni ya. Kita punya grup pencak silat di Bandung, kita juga punya grup Reog Ponorogo, dan kita juga rutin menggelar kesenian dan kebudayaan dari berbagai daerah di Indonesia.

Ada tidak perbedaan yang dirasakan sebelum dan sesudah bergabung dengan AAB?

Tentunya lebih happy ya, sekaligus memperpanjang umur. Kan manfaat dari silaturahmi selain menambah rezeki, salah satunya juga memperpanjang umur. Bahkan dari perkumpulan ini kita jadi lebih mengenal diri kita sendiri. Karena memang Agus-Agus ini memiliki sifat yang hampir hampir sama. Bahasa gaulnya bercermin pada diri sendirilah. Jadi di sini yang bisa anggota rasakan ya belajar mengetahui mana sisi positif kita dan mana sisi negatif kita, lalu diperbaiki.

Terakhir, Apakah anggota AAB diwajibkan melestarikan nama Agus. Karena nama ini kan unik dan kalau tidak dilestarikan mungkin saja bisa punah?

Ya, itu tertuang dalam salah satu poin di Misi AAB, yakni melestarikan nama Agus pada generasi mendatang. Bahkan kita sedang menyusun sebuah program semacam hadiah atau imbalan berupa beasiswa bagi anak anak bernama Agus.

Suber berita :

Kabare.co

http://kabare.co/welcome/article/agus-agus-bersaudara-komunitas-unik-yang-mengedepankan-persaudaraan
Categories
Serba Serbi Tips Kesehatan

6 Tips Menghindari Penyakit Tulang Belakang, Praktis dan Mudah Dicoba

Tips menghindari penyakit tulang belakang

Ruas tulang punggung atau tulang belakang merupakan salah satu bagian tubuh kita yang sangat vital. Karena itu menjaga kesehatan ruas tulang ini menjadi sangat penting agar kita terhindar dari berbagai penyakit yang menyerang tulang belakang.
Macam-macam penyakit tulang belakang diantaranya : stenosis, ankylosing spondylitis, kifosis, skoliosis, lordosis dll. Nah, apa yang harus dilakukan agar terhindar dari penyakit tersebut ?
 

Dibawah ini adalah 6 tips praktis agar kita terhindar dari penyakit tulang punggung.

#1. Posisi duduk yang benar
Posisi duduk yang benar dan cara bagaimana seseorang duduk berperan besar bagi kesehatan tulang belakang. Untuk itu pergunakan tipe kursi yang keras dan posisikan tulang belakang Anda secara lurus pada sandaran kursi. Coba usahakan salah satu atau kedua lutut Anda lebih tinggi dari pinggul Anda.

#2. Posisi tidur yang benar
Tahukah Anda bahwa kebiasaan kita tidur juga mempengaruhi kesehatan tulang belakang ? Jadi kalau kita salah dalam posisi tidur alangkah ruginya. Bayangkan rata-rata orang tidur 8 jam dalam sehari semalam.
Nah tentang cara tidur yang benar adalah gunakan kasur yang tidak terlalu empuk (agak keras). Jangan tidur telungkup. Jika posisi tidur Anda miring, bengkokan kaki Anda pada bagian lutut dan pinggul.

#3. Posisi berdiri
Apakah Anda termasuk yang sering melakukan aktifitas dengan berdiri ? Bila jawabannya ya, coba berdiri dengan bagian bawah belakang Anda lurus. Jika Anda berdiri untuk jangka waktu yang lama, gunakan sandaran kaki, jangan pakai sepatu yang datar. Cara berdiri yang benar akan membantu Anda agar terhindar dari penyakit tulang belakang.

#4. Cara mengangkat barang
Menangkat barang juga jangan sampai salah posisi. Cara yang benar adalah tekuk pinggul dan lutut, dan bukan membungkukkan punggung Anda. Usahakan barang yang akan diangkat sedekat mungkin dengan tubuh. Jangan mengangkat barang yang berat diatas pinggang Anda.

#5. Menyetir mobil dengan benar
Gunakan kursi yang keras. Duduklah pada posisi yang baik dan jarak yang cukup supaya kaki Anda dapat mencapai pedal mobil Anda dengan mudah.

#6. Berolahraga yang benar
Setelah sembuh dari sakit, berolah-raga lah secara teratur supaya otot-otot tidak kaku. Tetapi lakukan pemanasan (warming up) dan lemaskan sebelum melakukan latihan yang berat.

Itulah 6 tips praktis agar kita semua terhindar dari penyakit tulang belakang / punggung. Selamat mempraktekan.

Sumber Berita : http://www.info-kesehatan.net/2017/09/penyakit-tulang-belakang.html


Categories
Aktifitas AABI Info Kuliner Serba Serbi

Ketan Punel Taman Bungkul Surabaya Kodar DAC Gerbangkertosusila

Tempat favorit cangkrukan aguser yang tergabung dalam AABI DAC Gerbangkertosusila. Lokasi kedai tidak terlalu jauh, terletak di seberang jalan tepat di pinggir Jalan Raya Darmo, dan sering menjadi jujugan sebagian warga Kota Pahlawan untuk nongkrong malam hari, karena bukanya hanya malam hari, yakni mulai pukul 17.00 WIB.

Categories
Aktifitas AABI Serba Serbi

AABI DAD Jawa Timur Juara Lomba Mancing di Situbondo

MANCING MANIA. AGUS.OR.ID. Digawangi oleh Agus Riyono, Agus Sampurno, Agus Sairi, Agus Andri Susanto, dan Agus Marji Rofik Hidayat yang tergabung dalam AABI Fishing Club mengikuti lomba memancing yang diselenggarakan oleh Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Jawa Timur. Kegiatan yang dilakukan di Situbondo bulan November 2016 dan dikikuti oleh 31 klub mancing se-Jawa Timur  ini bekerjasama dengan Formasi, Federasi Olahraga Mancing Seluruh Indonesia.

Dalam event ini tim AABI Fishing Club berhasil mendapatkan ikan jenis putihan (GT) dengan berat 5,69 kg dan berhak duduk sebagai juara pertama dengan membawa pulang hadiah sebesar Rp.3.500.000, demikian diungkapkan Agus Riyono yang juga menjabat ketua DAD AABI Jawa Timur dan biasa di panggil Cak NO / Cak Gub.

Berawal dari hal inilah ketua umum AABI Agus Saefullah (GusJam) menginginkan digalakkannya kegiatan lomba mancing tingkat DAC/DAD/DAP yang bertujuan bukan saja sebagai ajang silaturahim mempererat persaudaraan, namun juga sebagai sarana sosialisasi komunitas Agus Agus Bersaudara Indonesia (AABI) ke seluruh masyarakat Indonesia. (gusnug).


Categories
Aktifitas AABI Motivasi Serba Serbi

AABI Terus Ramaikan Car Free Day

MADIUN. AGUS.OR.ID.  Car Free Day (CFD) pada awalnya adalah sebuah kegiatan kampanye untuk mengurangi tingkat pencemaran udara di kota-kota besar di seluruh dunia yang disebabkan oleh kenderaaan bermotor.  Mengutip situswww.carfreedayindonesia.org bermula pada tanggal 25 November 1956, Belanda melaksanakan Car Free Day setiap hari Minggu, kemudian Francis pada tahun tahun 1995 melaksanakan pesta prjalan untuk merayakan acara tersebut. Inilah perjalanan panjang sejarah kegiatan Car Free Day , yang pada akhirnya kegiatan ini diperingati setiap tanggal 22 September di seluruh dunia.

Kegiatan Car Free Day pertama kali dilaksanakan di Indonesia tahun 2001 di Jl Imam Bonjol yang saat itu dilakukan penutupan jalan setelah beraudiensi dengan pihak kepolisian dan diputuskan oleh Irjen Pol Djoko Susilo untuk melakukan penutupan jalur sudirman – Thamrin dan pada saat hari bumi dan dilanjutkan tanggal 22 September 2002 yang berlangsung dengan sukses, dimana pada saat itu KPBB dan para aktifis lingkungan hidup bersama masyarakat mengkampanyekan penghapusan penggunaan bensin bertimbel.

Saat ini kegiatan CFD tidak saja diadopsi dan dilaksanakan di kota-kota besar saja, namun sudah hampir merata diseluruh kota pelosok tanah air. Fungsinya pun bukan lagi sekedar mengurangi tingkat pencemaran udara, namun lebih luas lagi, yaitu berolahraga bersama, rekreasi, pentas seni dan budaya, sarana promosi, dan bahkan tidak segan-segan gelar lapak untuk memasarkan berbagai produk barang dan jasa. Tidak heran apabila sebagian warga masyarakat telah mengalokasilan waktunya bersama keluarga untuk bisa menikmati suasana CFD di daerah masing-masing.

Agus Agus Bersaudara Indonesia (AABI) sebuah organisasi komunitas dan/atauperkumpulan sosial kemasyarakatan yang mengedepankan rasa persaudaraan yang kuat, tidak mau ketinggalan ikut meramaikan CFD diberbagai kota. Aguser di kota Jakarta, Bandung, Surabaya, Madiun, Semarang dan kota-kota lainnya di Indonesia begitu antusias mempromosikan AABI di arena CFD. Berbagi kegiatan positif dan bermanfaat digelar, seperti pemeriksaan kesehatan gratis, jalan sehat bersama, peduli lingkungan, dan lain sebagainya.

Melihat fenomena itulah, bidang organisasi, pendidikan, pelatihan dan pengembangan Dewan Agus Pusat (DAP) dalam salah satu program kerjanya untuk memperbanyak perekrutan Agus dalam setiap kegiatan yang dilaksanakan, baik DAP, DAD dan DAC seperrti dalam kegiatan Car Free Day di daerah-daerah.

Program ini mendapat sambutan hangat dan terus dilaksanakan secara rutin diberbagai daerah di Indoneisa. Jayalah selalu AABI. (gusnug)

Pengurus AABI terus ramaikan dan sosialisaikan organisasi di arena Car Free Day