Categories
Serba Serbi Sosok

Agus Halim (GUSHALL)

PROFIL AGUS HALIM (GUSHALL)

Nama lengkap            : AGUS HALIM
Nama panggilan         : GUSHALL
Tempat, Tgl Lahir       : SERANG, 30-08-1973
Alamat                         : Komp. Perumahan Bumi Waringin Asri (BAWA)

                                        RT.006/005 Mekarsari Anyer Serang Banten
Pekerjaan                    : PNS (Pj.Kepala Desa Sindang Mandi Anyer)
Posisi di DAP AABI     : Wasekjend

Satu tahun yang lalu, saat itu di perkenalkan oleh Raden Agus Rianto (Gusden), saya diajak Untuk ikut bergabung di satu komunitas Agus yang pada saat tersebut belum terbentuk Agus Agus Bisa, dan mengundang saya untuk ikut hadirDalam pertemuan di Bogor (Rumah Ibu.Agustina Muradi/Bunda). Sehubungan pada hari yang dijanjikan saya sedang ada kegiatan, maka saya tidak dapat menghadiri acara tsb. Besoknya setelah acara sehari sebelumnya di Bogor. Saya bertemu kembali dengan Gusden, kemudian menceritakan kegiatan di Bogor tersebut, dan saat itulah saya menyatakan diri bergabung dalam Komunitas ini. Kemudian selang beberapa saat, saya ditambahkan dalam Grup Facebook AABI Oleh Agus Nuryanto (Gusnur) yang saat itu beliau adalah salah satu pendiri AABI Sekaligus sebagai Sekjend AABI. Dan mulailah pada saat tersebut saya mengenal Satu sama lain Agus lewat FB walaupun saling berjauhan. Kemudian pada tanggal 7 Pebruari 2016 AABI, melaksanakan Brothehood Offline Meeting (BOM) Pertama yang dilaksanakan di Sekolah Alam Bogor, dan saya berkesempatan mengikuti kegiatan tersebut pertama kali.


Dalam kegiatan tersebut kami saling memperkenalkan diri satu sama lain, dan saya merasa tidaklah asing dan terkesan nampak sudah kenal antara Agus ini sudah sejak lama dan baru dipertemukan kembali, sehingga kami berbicara tidak lagi sebagai orang yang baru kenal satu sama lain. Inilah yang membuat saya merasa saya berada diantara orang-orang yang sangat hebat dan merasa orang tersebut adalah diri saya sendiri, bukan orang lain, bukan jiwa lain, bukan pemilik hati yang lain tapi jiwa saya ada diantara jiwa yang lain, hanya wujudnya saja yang berbeda-beda, hanya jenis kelamin nya saja yang berlainan, namun jiwanya hanya satu yakni “JIWA AGUS”.


Sejak saat itulah saya berusaha terus dan diniatkan dalam hati dan jiwa ini untuk terus membesarkan Perkumpulan AGUS AGUS BERSAUDARA INDONESIA, dan akan terus berbuat untuk kemajuan AABI, dan jiwa saya yang lain yang terdapat dalam jiwa AGUS yang lain.
Semoga apa yang saya cita-cita kan dapat terwujud sesuai dengan cita-cita Perkumpulan AABI.

BROTHERHOOD IN HARMONY
AGUS AGUS BERSAUDARA INDONESIA

Gushall
Categories
Motivasi Serba Serbi Sosok

Gus Popo, Agus Junior Yang Suka Kopdar

SEMARANG. AGUS.OR.ID. Meskipun lahir bukan pada bulan Agustus, orang tuanya tetap memberikan nama Agus pada putra yang ganteng ini. Sebagai ketua DAC Semarang, Agus Sariyanto (Gus Sar) ingin memberikan contoh yang baik kepada anggota dengan melaksanakan salah satu misi AABI, yaitu melestarikan nama Agus pada generasi mendatang.

Hal ini mendapat dukungan penuh dari sang istri yang selalu setia mendampingi, Tia Yustisia. Terlahir 3 Oktober 2017, diberi nama yang sangat bagus yaitu Muhammad Arrayan Agustian, dengan nama panggilan Gus Popo. Agus junior yang ganteng, lucu, sumeh, nggemesin ini sering sekali ikut kopdar di acara AABI bersama kedua orang tuanya. 

Setiap ada Gus Popo suasana jadi ceria, anak yang sangat menyenangkan. Pada umumnya si Agus pada berebut foto selfie dengan kondisi seceria-cerianya. Sehat selalu ya gus Popo, tumbuh sesuai dengan harapan orang tua menjadi anak yang sholeh, pintar, berbakti kepada orang tua, berguna bagi agama, nusa dan bangsa.(gusnug)

Gus Popo, Agus Junior yang suka Kopdar

Categories
Motivasi Serba Serbi Sosok

Agus Budiyanto (Gus Bud)

Agus Budiyanto (Gus Bud)

Humas DAD AABI Jateng

“Langka Padane….”

Ungkapan itu bisa jadi ciri khas pria ini. Setiap saat dalam pertemuan selalu meluncur dari mulut Agus Budiyanto, humas DAD AABI Jateng. Pria yg lebih akrab disapa Gus Bud ini memang luar biasa mobilitasnya dalam membesarkan AABI. Dalam setiap pertemuan DAC, dia selalu menyempatkan datang meski lokasinya jauh di luar kota. Seperti minggu lalu (26 Februari 2017), dalam kondisi hujan deras dia ikut pertemuan dengan Wakil Bupati Wonosobo, Ir Agus Subagiyo, meski harus naik motor dari Semarang.

“Saya ingin AABI ini besar sehingga jalinan silaturahmi pun semakin kuat.,” ujar pria yang juga berprofesi sebagai MC di beberapa acara hajatan. Kegilaannya di AABI ini tidak terlepas dari dukungan isterinya, yang selalu menemani kemanapun gus bud ini pergi.

Berbicara mengenai AABI , dia selalu bersemangat dan berapi api. “Pokoknya AABI langka padane …ini rumah kita, wadah kita ngumpul yang harus kita besarkan. MPC lah , (mbuh Piye Carane),” ujar bapak satu anak yg kesehariannya bekerja di perusahaan semen. 

Baginya, bisa memiliki saudara satu nama di setiap daerah menjadi berkah tersendiri yang melebihi materi. Gus Bud meyakini, jika semakin banyak Aguser yang bergabung di AABI, organisasi ini akan mempunyai posisi tawar yang kuat.

Mantaplah…pokoke gus bud juga langka padane…

Pengirim :  Ida Agus   (red)

Gus Bud, Humas DAD AABI Jateng
Categories
Motivasi Serba Serbi Sosok

Agus Sumarno, SPd, MM, MPd

Agus Sumarno, SPd, MM, MPd. atau yang lebih beken dengan panggilan GUS GANTENG, lahir di Sragen 26 Juli 1968 adalah seorang PNS Guru SMP di Kabupaten Wonogiri. Alamat tempat tinggal saat ini di Bendungan RT 02/RW 04, Tubokarto, Pracimantoro, Wonogiri 57664, Jawa Tengah. Pria yang memang ganteng ini saat ini dipercaya sebagai KETUA II di pengurusan Dewan Agus Pusat (DAP) AABI Periode 2016 – 2021.

Sejak muda aku sudah doyan organisasi. Mulai jadi Ketua Karang Taruna, Ketua Pemuda Masjid, Sekretaris KONI Kecamatan, Sekretaris Dewan Kesenian, Sekretaris Permadani, Wakil Ketua Kwarran Gerakan Pramuka, Wakil Ketua MGMP Bahasa Indonesia Kab. Wonogiri, Ketua Himpunan Pembina Bahasa Indonesia Kab. Wonogiri, dan Wakil Ketua II Pengurus PGRI Kab. Wonogiri, Jateng.

Hidup ini adalah pengabdian.  Kuncinya ikhlas dan mau bekerja keras. Saya dididik untuk jadi generasi penerus yang mandiri, tahan uji, dan bertanggung jawab.

Sejak tahun 1992 saya jadi PNS guru di SMPN 2 Pracimantoro. Tahun 2010 saya diberi amanah jadi Kepala SMPN 3 Pracimantoro, Tahun 2014 Kepala SMPN 1 Pracimantoro, dan November 2016 Kepala SMPN 2 Giritotro, Wonogiri sampai saat ini.

Jabatan itu ibarat air yang mengalir, selalu menyertai orang yang mau bekerja keras, ikhlas, cerdas, dan tuntas. Diperlukan kompetensi dan konsistensi tinggi dalam mengemban jabatan. Jabatan itu hanya titipan maka sewaktu-waktu akan dikembalikan. Oleh karenanya, tidak boleh arogan dan harus peduli sesama, khususya wong cilik atau kaum dhuafa. Itu prinsip penting bagi saya.

Tentang pendidikan saya, sejak SDN Banaran 2 Kalijambe, SMPN 1 Gemolong, dan SMAN Gemolong di Sragen. Kuliah D2 dan S1 di FKIP UNS Surakarta. Pendidikan S2 lulus Magister Manajemen di STIE-AUB Surakarta tahun 2011 dan S2 Magister Pendidikan di Unwidha Klaten tahun 2016. Bagi saya, pendidikan itu investasi masa depan yang tak ternilai harganya. Pendidikan mutlak diperlukan bagi siapapun agar memiliki wawasan luas, kearifan, dan bijak dalam bersikap.

Tentang organisasi AABI saya kenal bulan Oktober 2015 melaui media sosial fecebook. Saya pikir ini komunitas unik dan langka. Saya masuk dan kenal Gus Mul, Gus Nur, Gus Wis dan banyak lagi. Saya tipe orang konsisten, sekali AABI untuk selamanya. Saya tak suka jadi kutu loncat karena tak ada kepentingan apapun, kecuali berteman. Mungkin prinsip ini yang mengantarkan saya sampai Munaslub AABI dan diberi kepercayaan oleh teman-teman Agus sebagai Ketua II.

Demikian dituturkan pria yang sering mengajarkan gunakan bahasa Indonesia yang baik dan benar ini langsung kepada redaksi agus.or.id (red).

Agus Ganteng bersama Agus Mulyadi saat Munaslub di Jakarta


Categories
Motivasi Serba Serbi Sosok

AGUS RIYONO

AGUS RIYONO (Cak GUB)

Ketua DAD AABI Jawa Timur

Untuk Aguser Jawa Timur, siapa yang tidak mengenal sosok yang satu ini, Agus Riyono atau biasa dipanggil Cak Gub / Cak No.  Kenal cak Gub awal tahun 2016 di group WA AABI Jawa Timur, dan baru bertatap muka pertama kali di arena Munaslub AABI bulan Desember 2016 di Jakarta.

Militansi dan konsistensi untuk AABI dari ayah seorang putri yang juga ada unsur nama Agus-nya ini tak perlu diragukan lagi. Saat kondisi AABI Jatim goncang dan berada di titik nadir paling bawah pasca perpecahan yang terjadi di tubuh AABI, sosok inilah yang berada dibarisan terdepan untuk terus menjaga eksistensi AABI, khususnya Jawa Timur.

Sosok ini berani mengambil tanggung jawab saat didaulat menjadi ketua DAD Jawa Timur di Kopdar JKA Jember yang juga terselenggara atas kerja kerasnya. Hadir langsung dalam kopdar pertama Agus Jatim di Malang (2016), Raker AABI di Jogja (2016), Munaslub AABI di Jakarta (2016, dan Mukernas 1 AABI di Cirebon Februari 2017 adalah sebagian bukti loyalitas pria yang terkenal tegas ini. Kopdar-kopdar di Jawa Timur lainnya tidak pernah luput dari kehadiran ketua DAD AABI Jatim ini.

Dia adalah sosok yang baik, tegas, tanpa basa basi, kata saudara Aguser lain yang selama ini sangat dekat dengan cak Gub, yakni Agus Sairi dan Agus Abioso. Dibalik ketegasannya, sosok ini tidak segan-segan meminta pendapat dan mau mendengarkan masukan dan saran-saran saudara Agus lainnya.

Mungkin bagi sebagian Agus yang kebetulan hadir di Munaslub AABI awal 2017 di Jakarta akan ingat guyonan “rombongan Jatim tujuan ke MUNAS, kesasar ke MONAS”. Cerita yang sebenarnya adalah ini wujud konsistensi pemenuhan janji dari cak Gub. Jauh sebelumnya, Munaslub memang direncanakan akan diselenggarakan di sekitaran Monas, dan dalam perjalanan mengajak aguser Jatim cak Gub pernah berjanji akan antar langsung ke Monas. Janji itupun jadi prioritas untuk ditunaikan begitu sampai Jakarta setelah melakukan perjalanan darat yang sangat panjang, dari ujung timur pulau jawa (Banyuwangi) menuju ibukota Jakarta.

Salut dan salam hormat buat cak Gub, semoga selalu diberikan kesehatan yang baik, rizki yang barokah, dan terus dapat menjadi penyemangat bagi Agus lainnya.

Penulis : Gus Nug

Cak Gub bersama Ketua Umum AABI, Gus Jam
Categories
Motivasi Serba Serbi Sosok

Agus Sukaryono Militan dan AABI Sejati Dari Nganjuk

NGANJUK.  AGUS.OR.ID.  Ini dia sosok militan dan AABI sejati yang berhasil melaksanakan misi AABI untuk melestarikan nama Agus untuk generasi medatang, Agus Sukaryono. Pria yang bisa di panggil Gus Sukar atau Gus Sulit ini mantap ketika putra keduanya yang lahir pada tanggal 24 Maret 2017 diberi nama “ARYA AGUS TA AGTADYO”.

Selamat kepada Keluarga mas Agus Sukaryono, semoga ananda Agus Junior dapat menambah kebahagian keluarga, menjadi putra yang dapat di banggakan, tumbuh sehat dalam lindungan Allah SWT, serta bermanfaat bagi agama dan bangsa Indonesia.

Aguser yang lain berani ikuti jejak mas Gus Sukar ini?

(gusnug).

Agus Sukaryono bersama Agus Junior ARYA AGUS TA AGTADYO
Categories
Motivasi Serba Serbi Sosok

Pakdhe Gus Pardoto, Agus yang ingin silaturahim dengan saudara Agus dari Sabang sampai Merauke

AGUS.OR.ID. Agus Supardoto, atau dikalangan saudara-saudaranya di AABI biasa dipanggil Pakdhe Gus Pardoto adalah seorang guru, lahir dan berdomisili di Sragen Jawa Tengah. Tak disangka, pria yang pada hari ini tanggal 26 Agustus 2017 tepat berusia 59 (lima puluh sembilan) tahun memiliki cita-cita yang sangat mulia.

Rencana besok kalo aku dah pensiun aku mau mengembara menjadi musafir, hehehe. Berkelana dari Sabang sampai Merauke menemui Agus Agus yg tergabung di AABI. Itu cita2 saya dan keinginan Saya, mudah-mudahan sampai pensiun aku masih sehat dan bisa melaksanakan keinginan itu ujar pakdhe pada redaksi.

Ketika ditanya alasannya, ya karena kebanggaan saya dengan AABI  yang begitu kompak, rasa persaudaraannya yang kental, menjunjung tinggi nilai-nilai silaturahmi, rasa sosial yang tinggi, dll. Semoga keinginan saya bisa menjadi motivasi kepada Agus Agus yang lain khusus nya yang tergabung dalam AABI. Aku pernah sendian dari Sragen ke Kebumen, Madiun, Wonosbo, Cirebon, Semarang dan Caruban. Saya sambangi kediaman Agus Agus ke alamatnya langsung, dan alhamdulillah sekarang aku tidak sendian lagi karena DAC Sragen telah berhasil terbentuk.

Rupanya pakdhe Gus Pardoto ini diam-diam juga menciptakan lagu buat AABI yang diberi judul AGUS AGUS BERSAUDARA INDONESIA.

AGUS AGUS BERSAUDARA INDONESIA (AABI)

Dari sini kita semua berbakti

Dari sini kita semua mengabdi

Kita berpartisipasi untuk membangun negri

Dengan membawa Visi dan Misi

Agus Agus Bersaudara Indonesia

Namamu kan kenang, kan ku genggam

Untuk bekal perjuangan menuju masa depan

Ke ikhlasan slalu tertanamkan

Bersatu tekad, penuh semangat

Menggapai cita, dengan berkarya…

Namaku Agus, namamu Agus

Semua Agus, kita saudara……

Agus Agus Bersaudara Indonesia  2x

Wah tinggal rekaman saja ini rupanya, dan menambah panjang daftar Agus AABI yang kreatif dalam berkarya.

Sebagai anggota AABI yang telah begitu lama bersama, beliau juga sangat menyayangkan adanya perpecahan di tubuh AABI di awal-awal kelahiran organisasi ini. Sebenarnya untuk apa terjadi perpecahan, tapi biarlah kalo memang ada yang menginginkan begitu, mungkin banyak Agus Agus yang ingin jadi pimpinan …hehe. Biarlah semua berjalan secara alamiah mana yg lebih solid dan terpercaya itu yg akan berkembang dan kedepan agar AABI ini benar-benar bisa wujudkan visi misinya.

Selamat ulang tahun pakdhe, semoga sehat selalu dan bisa mewujudkan cita-cita mulia untuk jalin silaturahim kepada saudara Agus Agus AABI dari Sabang sampai Merauke. (26/08/2017.GusNug)

Pakdhe Gus Pardoto, berdiri paling kiri bersama Gus Muli, Gus Ganteng, dan ketua umum AABI Gus Jam
Categories
Karya AGUS Produk Sosok Usaha Agus

Agus Tunggak, Pengrajin Bonggol Jati Dari Saradan Madiun

MADIUN. AGUS.OR.ID.  Agus Riyanto atau biasa dipanggil Agus Tunggak merintis usaha dan juga sebagai pengrajin bonggol jati sudah cukup lama. Lokasi usaha yang diberi nama Gallery Tunggak Indah berada di Jalan Raya Saradan Kabupaten Madiun ini cukup luas untuk menampung berbagai bahan baku dan hasil olahan kayu jati.

Bahan baku bonggol jati diperoleh dari sekitar wilayah Kabupaten Madiun. Hasil olahan berupa berbagai kerajinan, perabot rumah tangga, dan ada juga kusen dan pintu berbahan kayu jati. Pemasaran produk selain memenuhi pesanan lokal, gallery milik Agus Tunggak ini juga sudah melakukan ekspor ke berbagai manca negara.

Jika ingin memiiki produk khusus, silahkan langsung pesan dengan hanya menunjukkan foto produk yang diinginkannya.

Gallery Tunggak Indah

Jalan Raya Saradan Kabupaten Madiun

PIC : Agus Tunggak 081946111112

Categories
Motivasi Sosok

Agus Jamhur, Sang Komandan yang Murah Senyum

CIMAHI. AGUS.OR.ID.  Banyak yang tidak percaya kalau sang komandan ini adalah kakek dari Yasmin Nacita Alula. Iya gak percaya, wong keliatan masih muda, energik, dan penampilan kayak cover boy gitu. Ketika ditanya umurnyapun beliau agak ragu menjawab. Ternyata bukan takut ketahuan sudah tidak muda lagi, tapi emang sepertinya ragu dengan tahun kelahirannya sendiri. Yang jelas lahir tanggal 15 Januari, makanya ada yang bilang Agus prematur, lahir sebelum bulan Agustus seperti Agus lain pada umumnya.

Nama yang diberikan orang tua adalah Agus Saefullah, namun di kalangan AABI lebih sering dipanggil Gus Jam, yang rupanya singakatan dari Agus Jamhur. Ketika ditanya apa arti “Jamhur” atau kenapa di panggil Agus Jamhur, beliau sepontan ketawa ngakak. Beliau bilang, “jangan ah. Itu masa lalu, sisi gelap masa di SMA. Saat itu sedang mencari identitas diri. Duh, sepertinya ada kisah khusus sampai gak mau diceritakan. Mana ada sisi gelap kehidupan yang terus dikenang. Ya sudahlah, pokoknya sekarang nama keren beliau adalah Agus Jamhur.

Suami dari wanita cantik asli Cimahi yang bernama Lisnani, ayah dari 3 orang anak yang semuanya sudah beranjak dewasa ini, terbilang sukses sebagai pengusaha bidang konstuksi, alat kesehatan, batu bara, dan air bersih. Sebagian usaha sudah diserahkan pengelolaannya kepada anak dan istri.

Gus Jam bersama Gus Mul

Agus Jamhur pertama kali dipertemukan dengan Agus Mulyadi, salah seorang pendiri AABI dari Sukabumi, yang biasa dipanggil Gus Mul. Bertemu Gus Mul dan diperkenalkan untuk pertama kalinya dengan Agus Agus Bersaudara Indonesia Oktober 2015, saat itu AABI belum berbadan hukum seperti sekarang ini. Baru ada Agus Mulyadi, Agus Nuryanto, Agus Roche, Agus Mahfudin, dan Agus Raka.  “Saya paling bungsu yang ternyata lebih tua umurnya,” ujar Gus Jam.

Bukan suatu kebetulan, karena memang segala sesuatunya sudah ada yang Maha Pengatur. Gus Jam punya waktu yang cukup luang untuk jadi nahkoda perkumpulan Agus Agus Bersaudara Indonesia.  Awal bergabung diminta menjadi koordinator untuk wilayah Jawa Barat, kemudian ditunjuk menjadi ketua DAD Jawa Barat.

Motivasi bergabung di AABI yang utama adalah persaudaraan dan silaturahmi. “Kalau bisnis, saya udah terlalu lama bergelut. Apalagi bisnis saya udah dipegang sama anak-anak dan istri. Saya ingin santai, rilex, tenang, dan yang utama ingin jalan-jalan ke sana kemari. Alhamdulillah ada AABI, jadi saya bisa jalan ke sana kemari dan lebih bermanfaat. Semakin banyak saudara semakin banyak bersilaturahmi,” ujar Gus Jam dengan terus mengucapkan rasa syukur kepada Allah SWT.

Waktu terus berjalan. Banyak kopdar di berbagai daerah yang diikuti. Komitmen brotherhood in harmony yang begitu tinggi, pada akhirnya mengantarkan Agus Jamhur sebagai nahkoda AABI. Dalam Musyawarah Nasional Luar Biasa tanggal 10 Desember 2016 di Jakarta, secara sangat demokratis Agus Jamhur  terpilih menjadi Ketua Umum Dewan Agus Pusat AABI untuk periode 2016 – 2021.

“Sosok sederhana, simpel, tidak banyak neko-neko, penyabar, kerja keras, dan yang utama tidak ada sifat membedakan satu sama lain terutama kepada anggota AABI. Punya loyalitas yang sangat tinggi terhadap perkumpulan, walaupun beliau sama sekali belum memahami betul berorganisasi. Apalagi organisasi seperti AABI yang bersifat nasional,” ujar Agus Halim Wasekjen DAP AABI yang juga diaminkan oleh banyak pengurus DAP, DAD, dan DAC diseluruh Indonesia.

Sederhana dan bersahaja

Gus Jam melihat Agus-Agus yang ada di AABI ini begitu beragam karakter, sosial, ekonomi, dan lain sebagainya. Ini semua membuat Gus Jam punya harapan besar untuk AABI menjadi sebuah perkumpulan ataupun komunitas yang bisa membangun sebuah “ruang” agar bisa dipergunakan dan bermanfaat untuk Agus, anak Agus, saudara Agus, teman Agus, dan masyarakat Indonesia pada umumnya.

Terakhir, Gus Jam menitipkan pesan dan harapan kepada para pengurus DAP, DAD, dan DAC, serta berbagai tim yang ada di AABI ini, agar bisa bertanggung jawab dengan amanah yg telah diberikan. Kerjakan semampu yang dapat dilakukan. Yang paling penting, jadilah pelaku, bukan penonton. (red)

Brotherhood In Harmony

Penulis : Gus Nug